TESTIMONY

Mon - Apr 23, 2018 / 115 / SUPERSTORY

Tidak Malu Lagi Mengakui Yesus Sebagai Tuhan dan Juruselamat

Tidak mudah hidup sebagai anak seorang gembala atau pendeta. Mulai dari gaya hidup, tutur kata, sikap, pemikiran, dan hal-hal yang berhubungan dengan dirinya dan keluarga secara tidak langsung dipantau oleh sekitarnya. Membuat anak tersebut dituntut untuk ikut menjadi  teladan bagi orang – orang sekelilingnya.

Inilah yang dialami oleh Merry, anak kedua dari tiga bersaudara yang masih berumur 8 tahun. Peran ayahnya yang menjadi gembala di Gereja Pantekosta Di Indonesia Victory Isorejo malah membuatnya punya sifat pemalu dan kurang percaya dengan Tuhan. Padahal Merry sendiri adalah anak pendeta.

Sifat Merry ini berujung pada perundungan dari teman-temannya yang non-Kristen di sekolah. Teman-temannya berusaha menggoyahkan imannya dan mempengaruhi Merry untuk serupa dengan mereka. Salah satunya berkata kasar.

Walaupun Merry banyak dipengaruhi oleh teman-teman sekitarnya, tapi Ia tetap rajin datang ke sekolah minggu. Kala itu guru sekolah minggunya (GSM) mengajarkan kisah tentang Tiga Pahlawan Pemberani yang bercerita tentang Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dari Superbook.

Di sekolah minggu, Merry dan anak sekolah minggu lainnya menonton dan belajar ketika ketiga orang tersebut dimasukkan ke dalam perapian karena mereka tidak mau tunduk kepada raja untuk menyembah patung buatannya.

Merrypun akhirnya berkeinginan untuk mempunyai iman yang kuat seperti ketiga tokoh tersebut. Mulailah dari sejak saat itu, Merry membuka hatinya dan meminta agar Tuhan Yesus masuk ke dalam hidupnya dengan berdoa keselamatan yang dipimpin oleh kakak GSM yang bertugas.

Ia kini yakin pemeliharaan dan penjagaan Tuhan selalu menyertainya karena Tuhan Yesus sendiri sudah ada dalam hidupnya. Merry juga lebih percaya diri untuk menjadi anak Tuhan dan tidak lagi terpengaruh teman-temannya yang non-Kristen. Ia ingin menjadi teladan untuk teman-temannya dalam ucapan. Bahkan tak segan-segan Merry menegur temannya yang berkata kasar.

 

Oleh Abraham Herri (Fasilitator Superbook – Lampung)

Superbook Admin

Official Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK