TESTIMONY

Fri - Feb 13, 2026 / 8 / SUPERSTORY

Lembar Ujianku Hilang Disembunyikan Teman, Aku Memilih Seperti Daud

Halo Semua! Namaku Jonathan Renaldi

Aku dipanggil Jonathan, dan aku kelas lima SD. Di rumah, Papa dan Mama memanggil aku Re atau Renaldi, sedangkan di sekolah aku dipanggil Jonathan. Kami tinggal di Semarang. Papaku bekerja sebagai karyawan swasta, dan Mamaku adalah ibu rumah tangga yang selalu mendampingi aku.

Setiap hari aku berangkat dan pulang sekolah melewati jalan Pantura yang ramai dengan truk dan mobil besar. Walaupun jalannya cukup berbahaya, aku percaya Tuhan selalu menjagaku. Sejak kelas 1 SD sampai sekarang, aku terbiasa memperkatakan firman Tuhan setiap hari. Mama mengajarkanku untuk berdoa dan mengucapkan ayat-ayat firman Tuhan seperti Doa Bapa Kami, Doa Yabes, Mazmur 23, Mazmur 91, Mazmur 121, Galatia 2:19c–20, Filipi 4:8, Amsal 4:23, dan Yesaya 50:4. Firman Tuhan itu menjadi tameng dan kekuatanku setiap hari.

Aku juga belajar untuk bertanggung jawab dan mengatur waktu dengan baik. Aku membagi waktuku untuk membaca Alkitab, ikut PPA, dan belajar. Aku bukan anak yang banyak bicara, tetapi aku ingin hidup dalam ketaatan kepada Tuhan lewat tindakan.

Suatu Hari Lembar Ujianku Hilang, Hatiku Diuji

Beberapa minggu yang lalu, aku mengalami kejadian yang membuatku bingung dan kesal. Saat itu aku sedang mengikuti ujian Matematika di sekolah. Aku mengerjakan semua soal dengan sungguh-sungguh dan mengumpulkan lembar jawabanku kepada guru. Namun, guruku mengatakan bahwa lembar ujianku hilang. Aku merasa sedih dan bertanya-tanya mengapa hal itu bisa terjadi padahal aku sudah belajar dengan serius.

Aku juga mengikuti kelas Karakter Superbook. Saat itu kami belajar tentang kisah Daud dan Saul, dengan Super Kebenaran : “Aku ingin mengasihi, bukan membalas dendam.” Firman Tuhan itu menyentuh hatiku. Aku belajar bahwa sebagai anak Tuhan, aku tidak boleh membalas kejahatan dengan kejahatan. Karena itu, aku memutuskan untuk mengampuni siapa pun yang telah mengambil lembar ujianku, meskipun aku belum tahu siapa orangnya.

 


BACA JUGA : Dulu Aku Malas Sekolah Minggu, Kini Aku Berhasil Bawa 15 Jiwa

 


Aku Mau Mengampuni Membawa Damai dan Kemenangan

Guruku memberiku kesempatan untuk mengerjakan ulang ujian Matematika. Aku mengerjakan ujian itu untuk kedua kalinya sambil berdoa agar lembar kerjaku tidak hilang lagi. Beberapa waktu kemudian, lembar ujianku yang hilang akhirnya ditemukan. Ternyata salah satu teman sekelasku telah menyembunyikannya karena iri.

Saat mengetahui hal itu, aku tidak marah. Aku sudah memilih untuk mengampuni, seperti Daud yang tidak membalas kejahatan Saul. Ketika hasil ujian dibagikan, aku mendapatkan nilai yang memuaskan. Bahkan, aku merasa hasilnya lebih baik daripada jika ujian pertamaku tidak pernah hilang. Yang paling berharga bagiku adalah damai di hatiku karena aku tidak menyimpan dendam.

Melalui pengalaman ini, aku belajar bahwa firman Tuhan yang kita ucapkan setiap hari sungguh hidup dan bekerja. Mengampuni memang tidak mudah, tetapi mengampuni membuat hati kita tenang dan menyenangkan hati Tuhan.

Mau lihat lebih banyak kesaksian anak seperti Jonathan? Mari dukung pelayanan Superbook! Dengan berdonasi, kita bisa menjadi bagian dari perubahan besar dalam hidup anak-anak Indonesia. Klik tombol di bawah ini untuk berdonasi sekarang!

Miranda Rachel

Penulis Konten
Share :

Tags :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK