ARTICLE

Thu - Jul 14, 2022 / 931 / Parenting

10 Cara Mengajarkan Anak untuk Mengampuni dan Memaafkan Orang Lain

Masih ingatkah Anda tentang film Pay It Forward yang mengisahkan tentang seorang anak bernama Trevor. Ia punya ide untuk mengubah dunia, caranya dengan membantu tiga orang secara acak. Lalu ketiga orang yang dibantu tidak perlu membalas kebaikan dia, tapi justru harus meneruskannya dengan cara membantu tiga orang lain lagi.

Pada salah satu rantai bantuan yang ia buat, ternyata dia membantu seorang ibu pecandu alkohol yang sulit memberikan pengampunan. Ternyata karena tidak bisa mengampuni, hidupnya seakan punya beban yang begitu besar. Memang memberikan pengampunan bukanlah hal yang mudah, apalagi itu sudah dipupuk begitu lama.

Namun saat kita bisa memberikan pengampunan dan memaafkan, kita menggerakkan kesembuhan pada diri kita. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menanamkan kemampuan memaafkan dan mengampuni kepada anak sedari dini. Caranya:

Baca juga : FILM THE BAD GUYS BISA JADI SARANA ANAK BELAJAR TENTANG GAMBAR DIRI

  1. Belajar rekonsiliasi

Semua orang pasti pernah bertengkar atau berkelahi. Ini justru saat yang tepat untuk anak belajar kasih karunia dan belajar tentang rekonsiliasi. Latih mereka untuk mau mengampuni orang yang bersalah kepadanya bahkan untuk masalah terkecil sekalipun.

 

  1. Mengampuni tanpa syarat

Ajari anak Anda untuk memaafkan terlepas dari tanggapan orang lain. Yang penting adalah anak Anda memiliki perasaan yang perlu dilepaskan. Maafkan tanpa syarat meski tidak dibalas.

 

  1. Bukan tentang siapa yang benar

Saat belajar memaafkan seseorang, bukan tentang siapa yang benar dan salah. Tapi tentang bagaimana membina hubungan yang benar. Ajar anak untuk lebih peduli dengan hal itu.

 Baca juga : BANGUN KEBIASAAN SPIRITUAL ANAK DI MASA LIBURAN DENGAN CARA ASIK INI!

  1. Tidak ada syarat

Mengampuni dan memaafkan tidak memerlukan syarat. Kalau pakai syarat, berarti Anda tidak benar-benar mengampuni, tapi memaksa saja. Pengampunan atau maaf diberikan tanpa harapan dan tidak memperhatikan kondisi.

 

  1. Berikan waktu

Berikan waktu untuk anak belajar mengampuni atau memaafkan. Jika kita menekan mereka, justru apa yang anak lakukan bukanlah merupakan kesungguhan, tapi keterpaksaan. Jelaskan pentingnya pengampunan dan bahwa tindakan tersebut harus berasal dari hati bukan tuntutan kita.

 

  1. Memberikan perspektif

Kita cenderung melihat masalah dari sisi kita saja. Justru kita harus belajar memahami sudut pandang anak dalam melihat masalah. Maka kita harus mengerti cerita keseluruhannya, bukan hanya sepenggal saja.

 Baca juga : 9 AYAT ALKITAB YANG BERBICARA TENTANG TANGGUNG JAWAB ORANG TUA (PART 1)

  1. Jangan ditahan

Apa yang anak dapatkan kalau mereka menyimpan dendam? Justru hal itu akan membuat kita tidak bisa maju dan akhirnya terjebak pada masa lalu. Kepahitan membuat kita semakin jatuh dalam jurang dosa. Makanya kita perlu mengajarkan anak mengampuni dan melepaskan. Ini akan memberi mereka lembaran yang bersih dan siap diisi dengan emosi baru.

 

  1. Membersihkan diri

Jika anak penuh dengan kepahitan, itulah yang akan tercermin dari diri ataupun karakternya. Mari kita bantu dia untuk mengisi hati dan pikirannya kembali dengan kedamaian, pengampunan, sehingga anak siap menuangkan sikap positif kepada orang lain.

 

  1. Mengajari anak untuk melayani

Melayani dengan menjadi sukarelawan, membantu orang lain yang kesulitan, dan lainnya, bisa membantu anak untuk memiliki kasih. Dari sinilah hatinya akan terlatih untuk rela memberikan pengampunan dan mempunyai kerendahan hati. Bangunlah semangat kerendahan hati dengan memperhatikan kebutuhan orang lain.

 

10. Memberikan aturan emas

“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” (Galatia 5:14) Tanyakan kepada anak-anak Anda bagaimana mereka ingin seseorang merespons ketika mereka melakukan kesalahan. Mereka ingin diampuni. Kemudian suruh mereka melakukan hal yang sama.

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK