TESTIMONY

Tue - Dec 10, 2019 / 346 / SUPERSTORY

Sakit Bukan Halangan untuk Tetap Percaya Tuhan

Siapa sih yang tidak takut dengan penyakit? Wah kita sendiri sih biasanya berdoa agar selalu diberikan kesehatan ya. Letisya Hingkua atau yang sering dipanggil dengan nama Tisya pun pasti berpikir sama. Tapi apa yang dialaminya bisa menguatkan anak-anak yang lain.

Tisya adalah anak yang pintar dan rajin. Ia selalu mendapatkan peringkat pertama di sekolah, rajin belajar, dan rajin bersekolah Minggu maupun ibadah hari Rabu. Ia juga sering mengajak teman-temannya untuk bersekolah Minggu agar mereka bisa belajar juga dari firman Tuhan.

Baca juga : DENDAMNYA LULUH KARENA BELAJAR TENTANG KASIH TERBESAR

Suatu hari, Tisya mengalami demam tinggi dan tidak membaik selama 4 hari. Orangtua Tisya begitu sedih dan bingung karena ia seharusnya mengikuti ulangan kenaikan kelas. Hari ke hari bukannya tubuh Tisya semakin membaik, justru memburuk. Akhirnya Tisya dibawa ke rumah sakit terdekat agar bisa di periksa secepatnya.

Awalnya keluarga dan dokter mengira jika Tisya sakit demam berdarah karena gejalanya mirip. Saat kondisi Tisya semakin lemah, ia sangat takut sekali apalagi ketika mendengar akan mengambil sampel darahnya untuk diobservasi lebih lanjut. Tisya mulai menangis.

Ibu Yulita Wangko, mama Tisya, mengajaknya berdoa agar tidak takut lagi. Tiba-tiba Tisya teringat kisah tentang Rahab yang ia pelajari melalui kurikulum Superbook di sekolah Minggunya di GSPDI Alfa Omega Unima Tondano, Minahasa. Rahab mempunyai iman dan percaya bahwa Tuhan akan membebaskan keluarganya saat Tembok Yerikho berhasil diruntuhkan.

Baca juga : BUKAN HANYA SEKEDAR BELAJAR

Tisya pun membangun imannya dan juga percaya kalau Tuhan pasti campur tangan untuk menyembuhkan penyakitnya dengan cara-Nya yang ajaib.  Ia mulai mengikuti kata-kata mamanya saat berdoa dan memohon agar Tuhan mulai menjamah tubuhnya serta memulihkannya.

Setelah menunggu tiga jam, hasil pemeriksaan darah Tisya keluar. Betapa bahagianya ia dan keluarga saat mengetahui bahwa penyakitnya hanya radang tenggorokan saja. Tisya langsung mengucap syukur karena hal yang buruk telah dilewatinya dan ia semakin percaya Tuhan akan segera menyembuhkannya.

Saat Tisya sudah sembuh, ia mengikuti ulangan susulan di sekolahnya. Walaupun ia masih lemah dan belum bisa belajar maksimal, tapi Tisya percaya Tuhan akan menolongnya mengikuti ulangan tersebut. Waktu penerimaan rapor pun tiba. Tisya bersyukur juga lega bahwa hasil yang didapatkannya cukup baik, ia menduduki peringkat kedua di kelasnya.

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK