ARTICLE

Mon - Dec 27, 2021 / 598 / Parenting

Resolusi 2022: 6 Cara Akur dan Berkomunikasi Efektif dengan Anak

Di tahun 2022 ingin sekali rasanya bisa akur dengan anak. Tidak ada lagi drama tantrum atau bentakan, teriakan, amarah, dll. Salah satu hal yang membuat kita sulit akur sebenarnya adalah komunikasi dengan anak. Sudahkah komunikasi Anda berjalan dengan lancar?

Kali ini, Superbook mau mengajak SuperParents nih mengambil waktu sejenak untuk mengevaluasi diri dan belajar menjadi orang tua terbaik untuk anak-anak Anda. SuperParents bisa memakai 6 cara komunikasi ini sebagai resolusi komunikasi Anda agar bisa akur bahkan dekat dengan mereka:

1. Ambil waktu untuk ngobrol berdua sama anak

Kapan terakhir kali kamu ngobrol berdua bareng anak? Bukan cuma bicara seadanya loh, tapi membicarakan tentang sesuatu yang mendalam. Misalnya, kalau anakmu adalah remaja ada baiknya menanyakan soal sekolahnya, hobinya atau teman-teman sepergaulannya. Hal ini akan membuatnya merasa bahwa orangtuanya peduli dengan masalah kehidupannya.

Baca juga : 5 TIPS UNTUK TETAP FOKUS KEPADA TUHAN SAAT NATAL SEBELUM MENJALANI LIBURAN

 2. Bangunlah tradisi mengobrol bersama anak  

Berkomunikasi juga diperlukan pengenalan akan siapa orang yang kita ajak berbicara. Dalam menghadapi anak pun, orangtua butuh seni berkomunikasi yang tepat. Karena itulah sangat penting bagi orangtua untuk mengenal lebih dulu pola berkomunikasi yang anak inginkan. 

Setelah itu, mulailah berbicara sebagaimana orangtua dengan anak. Setelah dia merasa nyaman dengan gaya berbicaramu, maka bangunlah sebuah tradisi mengobrol dengan dia. Kamu bisa memulainya hanya sekitar 15 menit setiap harinya, baik itu pagi, siang atau malam hari. Bisa jadi kebiasaan ini akan membangun kedekatan kalian.

 

3. Jadilah pemberi masukan dan bukan penuntut

Faktanya setiap anak benci dengan tekanan atau tuntutan yang berlebihan dari orangtua. Sebaliknya mereka akan jauh lebih nyaman ketika orangtuanya bersikap lebih pro dan bisa jadi pemberi masukan. Jangan heran kalau kamu mungkin mendapati anakmu kesal, marah atau bahkan berontak saat mereka disuruh ini itu dengan nada keras. Itu artinya cara komunikasimulah yang kurang tepat. Jadi, supaya kalian tak lagi bermasalah dalam hal ini, yuk ubah cara komunikasimu.

 

4. Jadilah pemberi masukan dan bukan penuntut

Bagaimanapun anak ingin orangtua yang peduli pada kehidupan mereka baik soal sekolah, pekerjaan, hobi ataupun hubungan asmara mereka. Anak punya kecenderungan untuk mau didengarkan dan bukan hanya terus jadi pendengar. Anak juga butuh menceritakan semua pengalaman atau hal-hal menakjubkan dalam hidupnya, itu sebabnya orangtua perlu jadi pendengar yang baik.

Saat anak mulai bercerita atau berbagi soal pengalaman hidupnya, dengarkan dia. Jangan mengalihkan pembicaraan kepada hal lain sebelum dia menyelesaikan ceritanya. Lalu tanggapi ceritanya dengan penilaian yang jujur dan terus terang.

 Baca juga : 5 PELAJARAN YANG BISA DITELADANI DARI HUBUNGAN YUSUF DAN MARIA

5. Libatkan anak dalam percakapan besar

Ada banyak orangtua yang selalu berpikir kalau anak-anak mereka masih belum mampu dilibatkan dalam obrolan-obrolan besar. Seperti hal soal masalah keluarga besar atau masalah keuangan keluarga. Padahal, saat anak-anakmu sudah mulai beranjak remaja menuju dewasa, mereka seharusnya perlu dimintai pendapat atau respon mengenai banyak hal. Karena dengan itu, mereka juga akan lebih mengenal orangtuanya sebagai pribadi yang terbuka. Semakin terbuka orangtua kepada anak-anaknya, maka hal sebaliknya pun akan terjadi.

 

6. Ubah ceramah menjadi motivasi

Anak-anak di jaman millennial ini bukan lagi anak-anak yang suka mendengarkan ceramah. Karena mereka hanya cenderung akan mengikuti perkataan seseorang apabila hal itu diikuti dengan tindakan yang nyata.

Jadi, supaya anak nggak bosen bahkan muak dengan setiap ucapan atau ocehanmu, lebih baik mengubah ceramahmu menjadi komunikasi yang memotivasi.

Selain itu, orangtua juga harus rela membebaskan anak untuk mengambil keputusan sendiri. Tapi dengan syarat memberikan mereka pandangan lebih dulu soal akibat atau risiko yang bisa mereka hadapi kalau-kalau mengambil pilihan yang salah.

 

Sumber: Jawaban.com

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK