ARTICLE

Tue - Jul 28, 2020 / 365 / Parenting

Perlukah Kita Memaksa Anak yang Tidak Mau Ke Gereja?

Sumber : Instituteforbiblereading

Kadang secara tidak sadar, kita melayani Tuhan yang sebenarnya tidak pernah memaksakan diri-Nya untuk dilayani. Justru Firman Tuhan sendiri mengatakan kalau Tuhanlah yang membuka jalan bagi kita yang mau menikmati hadirat-Nya. Ia tidak pernah memaksa kita, justru Tuhan yang membuka pintu selebar-lebarnya dan membiarkan semua orang datang kepada-Nya.

Sayangnya hal ini membuat kebanyakan orang tua menjadi bertanya-tanya. Satu sisi, mengajak anak untuk beribadah di gereja memang merupakan tanggung jawabnya agar anak mengenal Tuhan Yesus. Tapi ini juga merupakan sebuah pilihan. Ada anak yang senang dengan ibadah di gereja atau sekolah minggunya, tapi ada juga yang tidak suka bahkan sampai tantrum kalau di ajak ke gereja.

Baca juga : 7 POLA ASUH AWAL YANG PENTING DAN PERLU DILAKUKAN OLEH ORANG TUA

Jadi apakah orang tua harus memaksakan anaknya pergi ke gereja? Sebelum mendapatkan jawaban itu, coba lah kita berpikir, apa alasan kita mengajak anak ke gereja? Sebagian besar orang tua pastinya akan menjawab, “Saya ingin anak-anak bisa berjumpa dengan Tuhan.” Atau, “Saya ingin agar anak-anak bisa mengenal Tuhan dan bertumbuh secara rohani dengan baik.”

Tapi kalau hanya itu alasannya, sangat disayangkan sekali karena di rumah pun mereka bisa mengenal dan bertumbuh rohaninya melalui ibadah keluarga, pelajaran sekolah (pelajaran agama atau memang bersekolah di sekolah Kristen/Katolik), dll. Kita sebagai orang tua juga punya kewajiban untuk mendidik anak dan meneladaninya karya keselamatan Tuhan dan menumbuhkan iman serta kepercayaan mereka.

Baca juga : INI NIH BAHAYA KALAU ORANG TUA MEMAKSAKAN ANAK SELALU UNGGUL DAN JUARA

Salah satu alasan anak malas ke gereja adalah karena komunitas yang ada tidak membuatnya nyaman. Jadi gereja dan sekolah minggu harus menciptakan komunitas yang baik dan menarik. Komunitas inilah yang nantinya akan berdampak bagi pertumbuhan rohani anak. Misalnya dalam bentuk kelompok dalam sekolah minggu, kelompok bermain, dan lainnya.

Pada dasarnya, Tuhan tidak pernah memaksakan diri-Nya agar dikenal siapapun. Ia justru membiarkan semua orang menemukan diri-Nya dengan caranya masing-masing. Dalam Roma 5:8 dikatakan, “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”Ayat ini menunjukkan bagaimana pengorbanan Yesus di kayu salib itu adalah sebuah wujud dari cinta yang tulus meskipun tak semua orang bisa menerima-Nya.

Karena itulah orang tua harusnya bisa belajar untuk melepaskan pilihan kepada anak, sehingga anak bisa mengalami secara pribadi Tuhan itu sendiri. Tentunya anak juga harus melihat pribadi Tuhan itu sendiri dari cara hidup orang tua di rumah. Jadilah teladan bagi anak kita dan terus doakan mereka agar iman percayanya terbentuk.

Sumber : Christiantoday.com

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK