ARTICLE

Fri - Jul 10, 2020 / 403 / Parenting

Ini Nih Bahaya Kalau Orang Tua Memaksakan Anak Selalu Unggul dan Juara

Menjadi anak yang selalu juara dan unggul di segala bidang adalah angan-angan hampir semua orang tua. Tapi jangan sampai anak dijadikan subyek yang harus bisa menguasai segala bidang ilmu. Sadar tidak sadar, dengan begitu kita menjadi orang tua yang terlalu egois dan memaksa anak. Daripada kita salah langkah nantinya dan akhirnya membuat anak depresi, yuk kenali 5 risiko yang akan terjadi kalau kita memaksa anak unggul di segala bidang.

Baca juga : KENAPA BALITA BERBOHONG DAN BAGAIMANA MENGATASINYA?

  1. Mudah depresi dan mengurung diri

Anak bukanlah robot yang bisa kita atur ini itu dengan mudah. Mereka juga manusia yang bisa berpikir dan memiliki perasaan lho. Jika kita paksakan mereka unggul di sekolah ataupun pelayanan gereja, mereka bisa depresi, mengurung diri, bahkan bersembunyi dari keramaian. Padahal anak membutuhkan orang dewasa yang mampu membimbingnya menjadi pribadi yang lebih baik, bukan menjadi keras.

 

  1. Mempunyai ketakutan akan kegagalan

Ketika orang tua terlalu otoriter meminta anak agar unggul, mereka malah makin menjadi takut gagal. Saat anak takut gagal, sulit mereka berkembang menjadi pribadi yang pemberani. Bahkan saat dewasa, mungkin akan mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah.

 

  1. Sulit mengasah kepekaan sosial

Membuat anak unggul salah satunya memforsir mereka belajar. Sayangnya hal ini justru membuat anak kehilangan waktu untuk bersosialisasi dengan teman-temannya. Hal ini mungkin akan mempengaruhi kepekaan sosial anak hingga dewasa. Kalau sudah begini, anak bisa kehilangan ruang untuk memiliki pengalaman bekerja dengan tim, bahkan kelak sulit mengasah jiwa leadership atau kepemimpinannya.

 Baca juga : 5 CARA JITU MENGAJARKAN ANAK MENGHARGAI ORANG LAIN SESUAI FIRMAN TUHAN

  1. Kurangnya kecerdasan emosional

Karena seringkali dituntut oleh orang tua, bukannya tidak mungkin anak bisa sulit mengontrol emosi pada dirinya maupun orang lain. Mereka bisa mudah marah ketika tidak menyukai sesuatu atau tidak bisa menerima pendapat dari orang lain. Kalau ini berlangsung terus menerus, anak bisa menjadi pribadi yang sulit menghargai orang lain, cenderung apatis, dan tidak mempedulikan sekitarnya.

 

  1. Menjadi pribadi yang egois

Terlalu memaksa anak bisa membentuk mereka menjadi pribadi yang egois lho! Ia merasa harus mendapatkan semua hal dengan tangannya sendiri. Tidak jarang akhirnya anak bisa melampaui batas, sehingga menghalalkan segala cara agar cita-cita orang tuanya tercapai. Wah kalau seperti ini mulai bahaya sih Superparents.

Lebih baik kita mengenali kemampuan anak dan mendorong mereka agar mampu. Superparents bisa kok menggunakan cara yang lebih santun dan tidak memaksakan kehendak kita. Dengan begitu anak bisa dengan lapang hati menjalankan kehidupannya.

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK