ARTICLE

Tue - Mar 27, 2018 / 1351 /

Menjangkau Generasi Muda Tidak Sulit, Asal Gereja Tidak Mempertahankan 7 Hal Ini (Part 1)

Banyak orang yang pesimis dengan kerohanian kaum milenial, tapi sebenarnya generasi ini punya “formula” untuk merubah kebiasaan kita demi kebaikan. Untuk kebanyakan gereja, pendeta, dan pemimpin gereja, kaum milenial merupakan “sebuah teka-teki yang dibungkus di dalam misteri teka-teki”. Pusing ya?

Akan tetapi gereja saat ini masih gagal meraih generasi ini karena mereka dianggap berbeda. Ini adalah masalah yang besar! Sampai saat ini, masih banyak gereja yang tidak meluangkan waktunya untuk generasi berikutnya. Mereka justru sibuk mempermegah gereja, menarik jemaat baru, dan hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan generasi.

Jadi jika gereja Anda membayangkan kenapa menjangkau anak muda milenial ini sulit, 7 poin ini mungkin ada di gereja Anda.

 

1. Ada perlawanan yang kuat untuk berubah.

Sumber: Rock the Audition

Generasi muda tidak mengerti kenapa gereja begitu menolak untuk merubah program, aktivitas, bahkan adat kebiasaan yang tidak efektif. Nyatanya, anak muda seperti saya juga, merasa bahwa tradisi menjadi musuh beberapa gereja yang membuat mereka tidak akan bisa maju.

Apakah ini benar? Ya mungkin saja. Tapi ini adalah kenyataan yang harus dipahami. Anak muda sudah bosan mendengar kalimat, “biasanya seperti ini kami melakukannya”. Jawaban seperti itu tidak bisa mereka terima. Mereka ingin mengubah, tapi tradisi menghambatnya.

 

2. Visi yang meyakinkan masih kurang bahkan tidak ada.

Sumber: getreallive.com

Jika menciptakan lingkungan yang ramah pada generasi muda memang bukan target gereja, terutama untuk mempertahankan dan meraih mereka yang kreatif, inisiatif, dan berbakat. Berarti gereja harus bersiap kehilangan generasi mudanya dengan cepat.

Generasi muda tidak akan “berinvestasi” kepada gereja yang menolak punya mimpi yang besar. Jadi, jalankan dan percaya bahwa Roh Kudus akan memberikan petunjuk, bukan visi dari lembaga atau perorangan. Atau justru gereja Anda hanya ingin bermalasan di “jalannya”, dan akan kosong karena kekurangan generasi berikutnya.

 

3. Gereja punya mental mediokritas (biasa-biasa saja).

Sumber: THE GENTLEMEN'S CLUB

Simpel saja. Generasi muda tidak puas dengan yang biasa-biasa saja. Mereka percaya mampu mengubah dunia ketika punya keinginan dan hasrat yang kuat. Mungkin memang tidak cocok dengan generasi sebelumnya, namun generasi milenial ini tidak takut gagal.

Generasi muda biasanya mempunyai mimpi yang besar karena paham saat mereka melayani dengan sepenuh hati, Tuhan akan bekerja melebihi ekspektasi dan kemampuan mereka. Dalam pemahaman ini, kondisi yang biasa-biasa saja tidak sesuai dengan mimpi dan visi tersebut.

Poin Selanjutnya...(klik disini)

Baca selanjutnya:

PELAJARI 4 HAL INI SEBELUM MEMULAI ONLINE SHOP AGAR BISA MENDAPATKAN BANYAK PELANGGAN

JANGAN PAKSAKAN 6 HAL INI KEPADA ANAK SUPAYA MEREKA TIDAK MEMBERONTAK

ALASAN KENAPA ANAK LEBIH BAIK IKUT SEKOLAH MINGGU DARIPADA BERSAMA DI IBADAH DEWASA

KLIK SHARE TO FACEBOOK UNTUK KAMU BAGIKAN ARTIKEL INI

Superbook Admin

Official Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK