ARTICLE

Tue - Feb 24, 2026 / 11 / Inspirational

7 Ayat Alkitab yang Menegur Sikap Merendahkan Orang Lain

Merendahkan orang lain sering kali dianggap hal biasa sekadar bercanda, komentar spontan, atau reaksi emosi. Namun Alkitab memandangnya sebagai persoalan hati yang serius. Berikut tujuh ayat yang secara tegas menegur sikap meremehkan sesama dan mengingatkan kita untuk hidup dalam kerendahan hati.

1. Amsal 16:18

“Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.”

Ayat ini menempatkan kesombongan sebagai awal dari kehancuran. Saat seseorang merasa lebih tinggi dan mulai meremehkan orang lain, sebenarnya ia sedang berjalan menuju kejatuhannya sendiri. Tuhan tidak pernah memberkati hati yang meninggikan diri.

2. Filipi 2:3

“Hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri.”

Standar Kerajaan Allah terbalik dari dunia. Dunia mengajarkan untuk unggul dan tampil paling depan, tetapi firman Tuhan memanggil kita untuk mengutamakan orang lain. Merendahkan sesama bukanlah karakter Kristus.

3. Matius 7:1–2

“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.”

Sikap meremehkan sering berakar dari hati yang suka menghakimi. Yesus mengingatkan bahwa ukuran yang kita pakai untuk orang lain akan kembali kepada kita. Hati yang cepat mengkritik biasanya lupa melihat kekurangannya sendiri.

4. Efesus 4:29

“Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun.”

Merendahkan tidak selalu lewat tindakan, tetapi lewat kata-kata. Ejekan, sindiran, atau komentar yang menjatuhkan bisa melukai lebih dalam daripada yang terlihat. Tuhan memanggil kita untuk membangun, bukan menghancurkan.

 

BACA JUGA : 7 Tokoh Alkitab yang Merendahkan dan Menindas Orang Lain — dan Akibatnya

 

5. Yakobus 4:11

“Janganlah kamu saling memfitnah.”

Meremehkan sering tersembunyi dalam gosip dan cerita di belakang. Ketika kita merusak reputasi orang lain, kita bukan hanya melukai sesama, tetapi juga melawan prinsip kasih yang Tuhan ajarkan.

6. Roma 12:16

“Janganlah kamu menganggap dirimu pandai!”

Merasa diri paling benar dan paling tahu sering menjadi pintu masuk kesombongan. Paulus mengingatkan agar kita hidup dalam kerendahan hati dan kebersamaan, bukan dalam sikap merasa lebih tinggi.

7. Amsal 11:2

“Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati.”

Keangkuhan melahirkan cemooh dan konflik. Sebaliknya, kerendahan hati membawa hikmat dan damai. Tuhan menghargai hati yang lembut, bukan yang suka meninggikan diri.

Merendahkan orang lain bukan sekadar kesalahan sosial, tetapi persoalan spiritual. Setiap ejekan, sindiran, dan sikap sombong mencerminkan kondisi hati. Alkitab tidak hanya menegur, tetapi juga mengarahkan kita kepada jalan yang lebih mulia: rendah hati, penuh kasih, dan membangun sesama.

Miranda Rachel

Penulis Konten
Share :

Tags :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK