ARTICLE

Tue - Mar 03, 2020 / 1989 / Inspirational

VIRUS MENYEBAR?! BAGAIMANA GEREJA MENYIKAPI BAHAYA VIRUS CORONA?

Bulan lalu, di Korea Selatan, ada satu berita yang cukup mengejutkan dimana virus Corona menyebar pertama kali disana, dan dimulai dari Shincheonji Church of Jesus di Daegu. Karena kasus itu, pihak gereja pun meminta maaf kepada seluruh rakyat dan menutup gereja sementara waktu dan menggantinya dengan ibadah online sampai ancaman virus mereda.

Kemarin, Bapak Joko Widodo baru saja mengumumkan virus Corona sudah memasuki Indonesia. Karena itu, banyak warga Indonesia mulai berjaga-jaga. Sebagai gereja Tuhan, kita juga harus bisa ambil bagian menjaga keamanan negara dan juga jemaat. Pertanyaannya, gimana ya cara gereja membantu menjaga keamanan negara terhadap bahaya virus Corona?

Baca juga: PANDUAN RAMAH ANAK TENTANG VIRUS CORONA UNTUK KELUARGA DAN SEKOLAH MINGGU

  1. Tetap berdoa dan jangan panik

Mungkin semua orang tahu ini, dan ini terkesan sepele. Tapi, karena sangking sepelenya, banyak gereja yang lupa akan hal ini. Kak, salah satu fungsi gereja adalah menjadi pendoa bagi bangsanya. Mulai ambil waktu untuk berdoa bersama keamanan Indonesia.

Selain itu, kita pun jangan sebarkan kepanikan. Sebagai pembawa kabar damai sejahtera, harusnya kita menjadi penenang, bukan pengancam. Jadi, mulai sebarkan semangat positif, hindari broadcast atau postingan yang menyebarkan keresahan, dan terus berdoa bagi Indonesia.

  1. Berikan edukasi pencegahan

Ingat, berdoa saja tidak cukup. Kita harus bertindak. Salah satu tindakan mengurangi penyebaran virus adalah berikan edukasi dan himbauan tentang pencegahannya. Tidak harus ketika firman, tapi bisa ketika pengumuman, ketika ibadah berakhir, atau di komsel (komunitas sel).

Gereja mulai berikan penjelasan bagaimana cara menyebarnya virus, sampai pencegahannya. Mulai dari rajin berolahraga, makan makanan yang sehat, atau gunakan masker ketika di keramaian adalah beberapa cara praktis yang bisa diajarkan kepada jemaat, agar jemaat tahu dan paham.

Sumber: Balipost.com
  1. Berikan himbauan dan persiapan

Selain edukasi, Gereja bisa melakukan beberapa himbauan dan persiapan kecil untuk mengantisipasi penyebaran terhadap jemaat. Beberapa contohnya adalah himbauan untuk mengurangi kontak fisik antar jemaat, gereja menyediakan hand sanitizer di pintu masuk dan keluar gereja, dan menghimbau untuk jemaat yang tiba-tiba mengalami indikasi demam atau flu agar beristirahat sejenak.

  1. Ibadah online, perkuat komsel

Mungkin, ini bisa menjadi salah satu cara jika virus sudah cukup menyebar di Indonesia. Seperti gereja di Korea Selatan dan Singapura, mereka melakukan ibadah secara online. Sebagai gantinya, mereka memperkuat komunitas sel (komsel) mereka agar jemaat masih bisa bertumbuh dalam iman dan berdoa bersama.

Baca juga: SEDANG INSECURE? YUK, MENANG DARI INSECURE DENGAN 4 CARA INI!

Ingat, sebagai agen pembawa damai di dunia, kita tetap harus berjaga-jaga, tetapi jangan terlalu panik. Tetap bagikan damai dan jadi dampak bagi lingkungan. Stay positive, stay healthy, keep praying. Ayo, gereja Tuhan, saatnya jadi dampak bagi bangsa!

Daniel Okta

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK