ARTICLE

Wed - Sep 22, 2021 / 478 / Parenting

Tips Mengajarkan Anak Makna Ibadah dan Meneladani Karakter Tuhan dalam Hidupnya

Ibadah kadang membuat anak menjadi bosan kalau cara penyampaiannya begitu-gitu saja. Guru sekolah minggu harus memutar otak setiap minggunya untuk menyajikan sekolah minggu yang tidak monoton.

Tapi sebenarnya ada hal penting juga yang harus kita pahami, bahwa anak-anak akan suka belajar firman Tuhan kalau yang mereka pelajari itu menarik. Tentunya kita nggak bisa mengajak anak untuk menghafal Alkitab terus menerus.

Cintai, lalu pelajari

Dalam Ulangan 6, kita sebagai Superparents diperintahkan untuk, 'Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu (ayat 5).' Sebelum Tuhan berkata untuk, 'Mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu (ayat 7).”

Kasih kita kepada Tuhan harus jadi yang utama terlebih dulu, barulah kita mengajak anak juga ikut mengasihi Tuhan. Setelah mereka bisa mengasihi Tuhan, kita bisa mengajarkan firman Tuhan dan mengajak anak untuk menghidupinya. Kalau kita melewatkan step yang pertama, jelas anak mungkin akan beribadah hanya sebagai ‘rutinitas’ biasa atau ‘hanya karena diminta’. Bukan sebagai bagian dari hidupnya.

Baca juga : 5 HAL YANG HARUS DIKETAHUI ORANG TUA TENTANG EMOSI ANAK

Inti dari ibadah tertera dalam Efesus 3, yaitu ‘berakar dalam kasih; memahami lebar, panjang; dan dalam kasih Kristus; mengenal kasih melampaui segala pengetahuan; serta dipenuhi dengan segala kepenuhan Allah’.

Dua cara menanamkan makna ibadah pada anak

  1. Ajarkan anak untuk mengejar karakter Tuhan, bukan semata-mata kalau kita ‘butuh’ baru datang ke Tuhan.

Saat anak menyayangi dan mencintai kita tanpa ada luka hati, pastinya ia akan mengikuti karakter serta meneladani kita. Sama seperti kepada Tuhan. Mereka harus belajar mencintai Tuhan terlebih dulu, barulah mereka bisa meneladani karakter Tuhan.

Superparents bisa mulai fokus menanamkan kebaikan Tuhan dalam hidup si anak dengan mengajaknya bersyukur dalam keadaan apapun. Kemudian mengajaknya mulai menyembah Tuhan dan mengakui segala kesalahan anak.

Tobat adalah manfaat baik dan rahmat yang kita alami secara langsung, dan itu adalah aspek lain yang bisa kita sembah yang datang langsung darinya yang ditandai dengan kebaikan.

 Baca juga : HATI-HATI! DILARANG MELAKUKAN HAL INI KEPADA ANAK KARENA BISA MEMBUATNYA TRAUMA

  1. Semua yang kita lakukan adalah ibadah.

Sebenarnya hal kecil dan duniawi harus dilihat dan disajikan sebagai ibadah. Mintalah Tuhan untuk menunjukkan bagaimana kita dapat berbicara tentang Dia di semua bidang kehidupan. Seperti saat Superparents membawa anak berwisata ke gunung, anak bisa melihat ciptaan Tuhan dan mensyukuri atas keindahannya, udara segar yang bisa dihirup, dll.

Semua kegiatan yang anak lakukan dalam hidupnya bisa kita gunakan untuk menyampaikan firman Tuhan juga. Misalnya saat anak bersekolah, ia harus mempersembahkan yang terbaik untuk Tuhan lewat prestasinya.

Itulah dua hal yang bisa kita ajarkan kepada anak agar mereka mengerti makna ibadah yang sesungguhnya. Semoga bisa memberkati Superparents dan keluarga.

Jika Superparents ingin membangun ibadah keluarga bersama anak, Superparents bisa mendapatkan materi dari Superbook secara GRATIS di bawah ini.

SAYA MAU

 

 

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK