ARTICLE

Wed - Sep 15, 2021 / 219 / Parenting

Hati-hati! Dilarang Melakukan Hal Ini Kepada Anak Karena Bisa Membuatnya Trauma

Manusia tak luput dari dosa atau kesalahan, termasuk orang tua. Banyak hal yang kadang-kadang secara tidak sadar dilakukan dan menimbulkan trauma pada anak. Tinggal bagaimana kita sebagai Superparents mampu menurunkan ego untuk mau mengakui kesalahan itu.

Orang tua selalu mengajari anak untuk minta maaf dan mengakui kesalahan. Namun terkadang, ketika orang tua melakukan sesuatu yang salah pada anak, gengsinya selangit untuk minta maaf. Jadi hal-hal apa saja yang bisa menimbulkan trauma pada anak? Dan perbuatan apa sajakah yang mengharuskan kita sebagai orang tua harus meminta maaf pada anak?

Baca juga : TERNYATA PERMAINAN CILUKBA BISA MENGUBAH DUNIA! SIMAK ALASANNYA

  1. Berperilaku kasar baik fisik maupun psikis

Kadang saat emosi memuncak, tangan pun ikut melayang. Tamparan dan pukulan orang tua tidak hanya menimbulkan rasa takut tapi juga trauma psikis pada anak yang bisa terbawa sampai dewasa.

Kekerasan verbal seperti makian atau umpatan juga berpengaruh buruk. Harga diri hingga kemampuan akademis anak bisa menurun akibat perkataan seperti itu.

 

  1. Memarahi anak di depan orang banyak

Semarah apapun kita, jangan marahi anak di depan orang banyak! Ini akan berdampak langsung pada emosionalnya karena membuat mereka merasa dipermalukan dan direndahkan. Akibatnya anak menjadi kurang percaya diri dan enggan keluar rumah bersama Superparents. Ini juga berakibat pada kemampuan bersosialisasi anak di masa depan.

 

  1. Sering membandingkan anak

Memang kadang tujuan kita agar anak terpacu untuk tidak mau kalah dari anak yang kita bandingkan. Tapi bisa jadi anak memahaminya dengan cara yang berbeda dan merasa dirinya tidak pernah dihargai oleh orang tuanya sendiri. Bila terus dilakukan, anak bisa menjadi stress, tidak percaya diri, sampai social anxiety.

 Baca juga : APA YANG HARUS ORANG TUA LAKUKAN KALAU ANAK TERLANJUR MANJA?

  1. Labeling anak

Kadang ada orang tua yang memanggil anak dengan label tertentu. Misalnya si cerewet, anak nakal, bolang, dll. Justru labeling membuat mereka merasa dijatuhkan dan direndahkan. Paling parahnya bisa memunculkan krisis identitas pada anak, seolah mengamini kalau dirinya dipandang seperti itu.

 

  1. Gengsi untuk minta maaf

Ini yang paling sering dilakukan orang tua. Alih-alih mengucapkan maaf, Superparents malah berbalik memarahinya. Hal ini membuat anak menjadi tidak mau terbuka lagi dengan kita di masa depan. Dia pun juga akan menjadi anak yang tidak mau meminta maaf.

Superparents tetap sabar ya dalam membimbing dan mendidik anak, apalagi saat anak membuat kita emosi. Perhatikan ucapan dan perbuatan kita agar tetap sesuai dengan ajaran kasih Kristus. Jangan sampai memunculkan trauma pada anak.

Superparents terberkati dengan artikel kami? Mari dukung terus pelayanan ini agar semakin banyak keluarga dan generasi anak yang diubahkan!

SAYA DUKUNG

Sumber : smartparents

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK