ARTICLE

Wed - May 05, 2021 / 398 / Parenting

Ternyata Ini Alasan Anak Berperilaku Negatif di Depan Orang Lain dan Cara Mengatasinya

“Hish, nakal banget sih anak ini! Nggak bisa dibilangin dan nurut!”

Eits, jangan sampai kata-kata itu keluar dari mulut kita hanya karena kesal dan marah sama seorang anak. Karena ada buanyak alasan anak menjadi terlihat nakal, padahal sebenarnya semua anak itu diciptakan Tuhan baik. Bisa jadi anak berperilaku negatif karena punya latar belakang yang mempengaruhi sikap dia, misalnya didikan keluarga atau orang tuanya. Atau bisa jadi pengaruh lingkungan pergaulan dan hal-hal yang ada dalam diri dia.

Sebagai guru sekolah minggu dan orang tua, yuk kita mulai kenali dan peka sama sikap negatif anak supaya kita bisa menghadapi mereka kedepannya.

Baca juga : HAL YANG BISA ANAK DAN ORANG DEWASA PELAJARI DARI PERUMPAMAAN TENTANG TALENTA

Anak terlihat nakal karena :

  • Tidak tahu lagi bagaimana caranya mendapat perhatian dari orang tua.
  • Ada masalah dengan akademisnya
  • Ada masalah dengan temannya
  • Masalah dalam keluarga, seperti pertengkaran orang tua, melihat salah seorang keluarganya melakukan KDRT, hilangnya sosok atau peran salah satu orang tua, dll.
  • Kejadian signifikan bagi anak. Contohnya kepergian orang yang ia sayangi.
  • Tidak adanya aturan konsisten yang menjadi “pegangannya”.

Kalau sudah mengetahui alasan mereka berperilaku negatif, lalu bagaimana kita menghadapinya atau mengubahnya?

1. Jangan bereaksi

Kesalahan yang kerap dilakukan orang tua adalah menanggapi perilaku buruk. Ini dikatakan Ed Christophersen, Ph.D, psikolog di Rumah Sakit Anak, di Kansas City, AS. Maka ia menyarankan jika jika ada anak yang merengek meminta sesuatu di toko mainan atau membuat kegaduhan di rumah, sebaiknya Anda berpura-pura tidak melihat atau tidak mendengar.

Tantangannya adalah anak mungkin akan berteriak keras, bahkan kemarahannya naik level menjadi mengamuk, karena tidak berhasil memancing perhatian Anda. Tapi justru inilah kuncinya. Ketika Anda berhasil untuk tidak bereaksi, rengekan itu akan kehilangan energi dengan sendirinya.

 2. Bicara bersama

Saat anak sudah tenang, ajak ia duduk bersama. Kemudian jelaskan mengapa perilakunya salah dan perilaku seperti apa yang Anda harapkan darinya. Mungkin untuk kali pertama, si kecil akan tidak sepenuhnya memahami. Namun, proses ini tetap penting karena mencakup penanaman nilai dan aturan dalam keluarga supaya anak menjadi lebih baik lagi.

Baca juga : PERMAINAN SUPER SERU SEKALIGUS EDUKATIF YANG BISA MEMBANGUN KEIMANAN ANAK UNTUK KELUARGA

 3. Konsisten

Suasana hati kadang memengaruhi sikap Anda pada anak. Ini salah satu yang dapat menimbulkan tidak konsisten dalam menerapkan aturan yang seharusnya dipatuhi tanpa kompromi. Sekali Anda mengatakan pada anak untuk pergi tidur jam 9 malam, seterusnya akan begitu. Jika anak melihat bentuk pelanggaran dilakukan oleh orang tuanya, jangan heran jika ini terekam sebagai contoh dalam otak anak.

 4. Tidak instan

Perilaku baik pada anak tidak melibatkan proses yang instan. Diperlukan penanaman nilai-nilai beserta aturan-aturan yang berkelanjutan sejak ia kecil. Maka itu, Anda pun jangan pernah bosan untuk mengarahkan anak dengan menunjukkan contoh-contoh perilaku baik yang Anda inginkan juga dilakukan anak.

 5. Hindari kekerasan fisik

Selain menimbulkan trauma, hukuman fisik juga dapat menghalangi anak untuk berperilaku lebih baik. Anda boleh keras. Tapi dari segi aturan. Kedisiplinan yang Anda terapkan adalah untuk menunjukkan pada anak mana perilaku baik dan buruk. Bukan justru membuat anak semakin terpuruk karena mendapat hukuman yang membuat ia tersakiti.

Sumber : rainbowcastleid dan parenting.co.id

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK