ARTICLE

Tue - Aug 02, 2022 / 9587 / Parenting

Bimbing Anak untuk Rajin Berdoa dan Bersaat Teduh dengan Memperhatikan Hal-hal Berikut

Sebagai orang tua Kristen, keinginan terbesar saya adalah membuat anak-anak saya dapat mengenal dan percaya kepada Tuhan Yesus. Saya mendoakannya secara rutin dan menyerahkan kehidupan anak kepada Tuhan, agar kuasa Roh Kudus bekerja dalam hati mereka.

Itulah sebagian curhatan yang disampaikan beberapa orang tua untuk masa depan anaknya. Dalam Roma 10: 17 dipaparkan, “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus.” Sesuai dengan cara mendidik kita kepada anak. Sebaiknya semakin dini mereka dapat merespon suara Tuhan dalam hatinya melalui Alkitab atau Firman Tuhan.  

Sebagai orang tua kita punya kewajiban untuk mengajarkan puji-pujian kepada Tuhan, kisah-kisah dalam Alkitab, saat teduh keluarga, bersaksi, dan biarkan rumah Anda menjadi sarana belajar mereka untuk mengenal kasih Tuhan.

Anak-anak akan memulai perjalanan imannya dengan menyontoh kedua orang tuanya, tapi mereka tetap harus mengaku percaya lewat perkataan dari mulut mereka sendiri. Kita bisa mulai membuat anak rajin bersaat teduh dan punya waktu pribadi dengan Tuhan lewat “KEPATUHAN” mereka. Saat anak sudah mampu membaca , berikan ia Alkitab dan latih mereka bagaimana cara menggunakannya.

Untuk melatih anak berdoa, Superbook punya cara simple yang bisa SuperParents dan anak lakukan. Kenalkan cara berdoa SASMO (Sembah, pengAkuan dosa, ucapan Syukur, dan perMOhonan). Mulai doa dengan menyembah Tuhan, lalu lanjutkan dengan mengakui segala dosa dan kesalahan yang telah dilakukan selama sehari, seminggu, bahkan sebulan. Setelah itu mengucaplah syukur atas berkat dan perlindungan yang sudah Tuhan curahkan. Dan yang terakhir yaitu katakan permohonan kita.

Sumber: Focus on the Family

Lalu bagaimana caranya mengajak anak untuk memulai saat teduhnya sedari dini? Tidak sulit kok SuperParents, yang penting :

1. Jangan terlalu ambisisus

Apakah Anda sudah mempunyai bahan saat teduh yang biasa dipakai? Mungkin khusus untuk anak, lebih baik pilihkan mereka materi yang mudah dimengerti dan mereka praktikkan. Jangan paksa mereka dengan bahan untuk orang dewasa karena pergumulan anak dan kita berbeda.

 

2. Pergunakan bahan yang membantu anak

Kebutuhan bahan renungan setiap anak memang berbeda. Apalagi jika dikaitkan dengan umur mereka. Bantu sediakan bahan yang sesuai umur mereka, tapi kalau SuperParents mengalami kesulitan menemukannya, jangan pusing.

SuperParents bisa membaca dan mempelajari bahan renungan SuperParents terlebih dulu, lalu merangkumkannya sesuai dengan pemahaman anak. Tenang saja, mereka lama kelamaan akan bertumbuh kedewasaan imannya. Dengan begitu, kedepannya ia juga akan mulai cocok dengan bahan yang lebih berat.

 

3. Berinteraksi dengan anak

Jangan berharap anak langsung mengerti, patuh, dan menjalankan apa yang tertera dalam renungan dan Firman Tuhan secara otomatis. Mereka membutuhkan dukungan, motivasi dan dorongan dari orang tua serta lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, berikan bimbingan dan cinta kepada mereka.

Apresiasi segala usaha yang mereka coba lakukan. Ajarkan untuk selalu berdoa dan merenungkan Firman Tuhan. Pantau juga peningkatan kedewasaan iman mereka.

 

4. Tidak ada formula ajaib

Sampaikan kepada anak secara berulang-ulang : KESELAMATAN DATANGNYA DARI TUHAN. Ketika anak sudah menaruh iman percayanya kepada Tuhan, doakan kemurahan hati Tuhan tercurah untuk anak SuperParents.

Ingat tidak ada yang instan dalam proses mengajarkan anak untuk memiliki waktu pribadi bersama Tuhan. Biarkan mereka menyadari sendiri dan SuperParents harus bersabar untuk mengajar serta mendidik mereka dalam Firman Tuhan. (CC)

Baca juga:

7 NASIHAT IBU YANG MEMBANTU ANAK AGAR SIAP MENGHADAPI MASA DEPAN

DARIPADA SEMAKIN MEMBERONTAK, GUNAKAN 3 AYAT INI SEBAGAI PEDOMAN MENASIHATI ANAK

5 HAL MENDASAR YANG DIBUTUHKAN OLEH SETIAP ANAK DARI IBUNYA

KLIK SHARE TO FACEBOOK UNTUK KAMU BAGIKAN ARTIKEL INI.

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK