ARTICLE

Fri - Dec 15, 2017 / 110754 / Sunday School

3 Cara Berpakaian Untuk ke Gereja Ini Wajib Diajarkan Kepada Anak Lho

Masa anak-anak merupakan masa yang tepat bagi mereka untuk belajar mengenal apa yang harus mereka lakukan dan yang tidak. Disinilah waktu yang sangat menentukan bagi mereka. Dari proses belajar anak pada umur 5-12 tahun, masa depan mereka ditentukan.

Alkitab bahkan sangat kuat memberitahukan kepada orangtua untuk mengajar anak tanpa jemu-jemu dari sejak dini. Mengajar apa? Segala hal yang tentunya berguna untuk kehidupan sang anak!

“Musa berkata, 'Perhatikanlah semua perintah yang saya berikan kepadamu hari ini. Ajarkanlah kepada anak-anakmu, supaya mereka dengan setia melakukan semua hukum TUHAN. Ajaran itu bukanlah kata-kata kosong, melainkan hidupmu. Taatilah semua perintah itu, supaya kamu panjang umur di negeri yang tak lama lagi kamu duduki di seberang Sungai Yordan.' (ulangan 32:46-47, BIS)

Salah satu yang penting untuk diajarkan kepada anak adalah bagaimana berpakaian yang tepat ke gereja. Karena kita adalah orang Kristen maka kita tidak bisa menghindari untuk menghadiri pertemuan-pertemuan antarorang percaya kepada Kristus. Dengan kata lain, kita tidak bisa tidak ke gereja atau pun persekutuan.

Terkait berpakaian ini, setidaknya ada tiga hal yang perlu untuk sama-sama menjadi perhatian orangtua dan perlu diajarkan kepada sang buah hati. Apa saja itu?

 

1. Beritahu dan beri teladan kepada sang anak bahwa pergi ke gereja harus berpakaian rapi dan sopan.

Seringkali rapi sering diidentikkan dengan pakaian yang bagus, bermerek, atau bernilai jutaan rupiah. Padahal, itu sama sekali tidak benar. Anak-anak perlu dibuat mengerti bahwa berpakaian rapi dan sopan itu artinya pakaian yang kita kenakan itu tidak berantakan dan sesuai (sudah sepantasnya) dengan tempat dan acara yang akan dihadiri.

Walaupun sebenarnya kita sebenarnya masih punya kuasa untuk mendadani anak kita (karena usianya masih kecil), tetapi didikan terbaik adalah dengan memberikan teladan. Tunjukkan kepada buah hati kita seperti inilah yang dimaksud rapi dan sopan.

 

2. Sampaikan bahwa tidak perlu mengenakkan perhiasan berlebihan ke gereja.

Seringkali karena tergoda untuk tampil menarik di hadapan orang lain dengan harapan bakal mendapat pujian atau perhatian, kita jadi terdorong untuk menambahkan sejumlah aksesori di tubuh kita. Padahal, itu sama sekali tidak perlu.

Anak kita pun tidak diberikan aksesori-aksesori yang berlebihan. Tanpa adanya benda-benda yang dikenakan itu, Tuhan tetap melihat buah hati kita. Ibadahnya tetap dapat diterima oleh Tuhan.

Dengan pembawaan yang terbuka dan penuh kasih, anak kita pun bisa bersekutu dengan teman-teman seusianya. Anak kita harus menyadari bahwa nilai dirinya bukanlah diukur lewat harta kekayaan, tetapi siapakah yang menciptakannya.

“Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.” (Mazmur 139:13)

 

3. Ingatkan bahwa berpakaian ke gereja itu harus nyaman.

Dengan berpakaian yang nyaman kita akan leluasa di saat beribadah. Kita tidak alami kesulitan baik di saat memuji-menyembah Tuhan, maupun berdoa.

Anak-anak perlu memahami ini dengan baik. Kita ke gereja atau persekutuan itu untuk beribadah kepada Tuhan. Oleh karena itu, hal-hal yang menghalangi kita untuk tidak bebas melakukannya harus sebisa mungkin diminimalisir.

Terlepas dari tiga hal yang perlu diajarkan di atas, perlu diingat bahwa apa yang kita lakukan kepada anak kita ini bukanlah mengekang atau memaksa mereka. Namun, kita sedang mendidik, mengajarkan.

Dengan kesabaran dan keteladanan maka lambat laun buah hati kita pasti bisa dapat mengerti dan justru tanpa perlu diberitahu, mereka akan mengenakkan pakaian yang tepat untuk beribadah ke gereja.

Sumber : Jawaban.com

Baca juga:

INI LHO 7 KALIMAT YANG SEMUA ANAK HARUSNYA DENGAR

MAU MEMBUAT ORANG TUAMU BAHAGIA? INI CARANYA

KITA SELALU LUPA SAMA HAL INI, PADAHAL PENTING LHO!

MAU JADI PAHLAWAN UNTUK 10RIBU ANAK? KLIK TULISAN INI

Superbook Admin

Official Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK