TESTIMONY

Fri - Dec 04, 2020 / 602 / SUPERSTORY

Asisten Cilik Guru yang Mau Merendahkan Hati

Menjadi seorang panutan adalah tugas yang tidak mudah, apalagi oleh seorang anak kecil. Harus bersikap baik dan berprestasi, itulah hal yang dipertahankan oleh Mersin Gloria Nazara (8 tahun). Gurunya menjadikan Mersin sebagai panutan di kelas karena dia pintar dan sering mendapatkan juara kelas.

Sebelum dikaruniai anak, orang tuanya berdoa selama enam tahun agar diberikan anak yang sempurna dan berjanji akan memberikan pendidikan yang terbaik untuk anaknya kelak. Doa ini benar-benar dikabulkan oleh Tuhan lewat Mersin. Di umur lima tahun, Mersin sudah lancar membaca dan langsung menjadi perhatian guru-gurunya.

Baca juga : KISAH MENARA BABEL MENGUBAHNYA JADI TAAT DAN RENDAH HATI

Saat pertama kali Mersin diminta gurunya mengambil peran layaknya guru, yaitu menjelaskan kepada teman-temannya sambil membaca tulisan di papan tulis, Mersin rasanya ingin menolak. Tapi ia tidak bisa. Dalam hatinya berkecamuk dan tidak bisa berbuat apa-apa. Sejak saat itulah, Mersin mulai membiasakan dirinya. Ia berusaha tidak memikirkan perkataan teman-temanya dan tetap melakukan tugasnya sebagai ‘asisten cilik guru’ di kelasnya.

Lambat laun, perilaku Mersin mulai berubah. Ia jadi sering membantah ibunya. Mersin sangat tidak suka ada yang mengganggunya saat belajar atau sedang asik mengerjakan PR-nya. Mersin seakan larut untuk menjadi yang terbaik di sekolahnya.

Dibanding anak-anak sebayanya, Mersin lebih memilih belajar ketimbang bermain. Hal ini membuat ibunya kuatir dan merasa kasihan padanya. Untuk anak seumurannya, bermain dan bersosialisasi juga diperlukan. Kedua orang tuanya hanya bisa menasihati anak semata wayangnya itu.

Baca juga : MENDOAKAN ADIK AGAR BEROLEH MUJIZAT TUHAN

Suatu waktu, Mersin mengikuti sekolah minggu di BNKP Jemaat Kota Lahewa R35. Saat itu ia belajar materi dari kurikulum Superbook  tentang Kisah Daniel yang dimasukkan ke dalam gua singa. Walaupun ada aturan kalau harus menyembah raja, Daniel tidak menghiraukannya dan tetap menyembah Tuhan. Mersin belajar bahwa Daniel mempertaruhkan segalanya untuk tetap bisa beribadah kepada Tuhan.

Ia jadi teringat saat kedua orang tuanya menasihatinya.  Mersin ingin sekali membantah dan mengatakan kalau ia bisa membuat keputusan sendiri dan melakukannya sesuai jalan pikirannya. Namun setelah belajar firman Tuhan, ia mulai memberikan kesempatan bagi orang tuanya untuk menjelaskan maksud dari nasihat yang disampaikan. Kini Mersin sudah bisa menguasai perkataan dan sikap hatinya.

Joni Arianto

Fasilitator Superbook - Nias
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK