Aku tinggal di Nias Selatan dan sekarang aku berumur 10 tahun. Aku adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. Aku juga anak laki-laki satu-satunya, karena kakak-kakakku semuanya perempuan. Aku sangat disayang oleh kakak-kakakku dan sering dimanja oleh mereka.
Keluargaku hidup sederhana. Orangtuaku bekerja keras setiap hari dengan bertani dan beternak babi untuk mencukupi kebutuhan keluarga kami. Karena sering dimanja dan disayang, aku pernah merasa hebat di rumah. Tanpa aku sadari, perasaan itu terbawa saat aku bersama teman-teman.
Kalau ada teman yang maju ke depan atau tampil di depan, aku sering mengejek mereka. Di pikiranku, orang yang tampil harus benar-benar sempurna. Padahal, aku sendiri tidak berani tampil.
Setiap kali guru menyuruhku maju ke depan, aku merasa sangat gugup. Walaupun aku tahu jawabannya atau bisa melakukannya, aku tetap takut. Kalau melihat banyak orang, jantungku berdebar kencang. Aku lebih berani kalau bersama teman-teman dekat. Tapi untuk tampil di depan banyak orang, aku selalu menghindar.
Aku juga sering mengejek teman yang tampil. Lama-kelamaan, aku menjadi malu sendiri untuk maju ke depan. Aku takut salah dan takut diejek, seperti yang pernah aku lakukan kepada teman-temanku.
BACA JUGA : Supebook Kids Club | Memulai Tahun 2026 dengan BERSYUKUR : Belajar dari Kisah Ayub
Dari cerita itu, aku belajar bahwa tidak semua orang yang dipakai Tuhan itu sempurna. Daud tidak besar dan tidak kuat seperti raksasa yang dihadapinya.
Tapi Daud percaya kepada Tuhan. Aku mulai mengerti bahwa saat kita memuji Tuhan, yang penting bukan kesempurnaan, tetapi hati yang mau taat dan percaya. Aku juga menyadari bahwa mengejek teman itu tidak baik.
Aku belum sepenuhnya berani tampil di depan banyak orang. Tapi aku sudah mulai berani maju di depan teman-teman SOL atau Sekolah Minggu.
Aku belajar memimpin doa dan pujian, meskipun masih merasa gugup. Aku percaya, Tuhan sedang menolongku sedikit demi sedikit.
Dan aku ingin terus belajar percaya kepada Tuhan, seperti Daud.

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK