TESTIMONY

Sat - Jul 26, 2025 / 2085 / SUPERSTORY

"Aku Gak Level Berteman Sama Mereka" itu Dulu.. Sekarang Tuhan Yesus Ubah Cara Pandangku

Halo semuanya! Kenalin, aku Frosty. Aku mau cerita sesuatu yang dulu aku lakuin

Waktu aku masih sekolah di SD negeri, aku cuma punya satu temen deket namanya Matthew. Soalnya dia juga Kristen kayak aku. Temen-temen yang lain kebanyakan Muslim. Aku gak benci mereka sih, tapi aku malu dan bingung harus gimana. Kadang aku takut salah bawa bekal yang mungkin haram buat mereka. Jadi aku jaga jarak, biar gak bikin mereka gak enak. Tapi ternyata sikapku itu malah kelihatan seperti aku membedakan.

Terus, aku juga suka banget nilai orang dari penampilan. Kalau ada temen yang pakaiannya kucel, bau, atau kasar ngomongnya, aku langsung gak mau temenan. Aku ngerasa gak nyaman dan mikir aku lebih baik dari mereka. Padahal... ya aku juga gak tahu kenapa mereka bisa kayak gitu.

Di rumah juga aku sering takut kalau mama belum pulang. Soalnya aku cuma tinggal sama nenek. Dulu pernah ada kerusuhan di lingkungan rumah, jadi aku selalu takut kalau kejadian kayak gitu terulang lagi. Aku mikir, gimana kalau harus lindungin nenek sendirian?

Tapi semua itu mulai berubah setelah aku nonton Superbook. Waktu itu ceritanya tentang Petrus dan Kornelius.

Petrus awalnya gak mau ketemu Kornelius karena dia orang non-Yahudi. Tapi Tuhan kasih tahu Petrus lewat penglihatan, kalau semua orang itu sama di mata Tuhan. Tuhan gak mandang suku, agama, atau siapa dia. Semua berharga.

Waktu itu aku langsung mikir,
'Eh… aku kayak Petrus ya.'
Aku cuma mau temenan sama orang yang mirip sama aku, yang rapi, yang sopan, yang nyaman. Tapi Tuhan aja gak pilih-pilih orang.

BACA JUGA : Ketika Mama Dipanggil Tuhan, Risya Belajar Melawan Goliat-nya Sendiri

Aku Belajar

Tuhan gak pernah membedakan siapa pun.
Semua orang berharga di mata Tuhan, apa pun agamanya, penampilannya, atau latar belakangnya.

Aku gak boleh cepat menilai orang dari luar.
Penampilan atau sikap mereka bukan alasan buat aku menjauh. Aku mau belajar lihat orang lain dengan kasih, kayak Tuhan lihat aku.

Aksi Nyataku :

Sekarang aku udah gak suka beda-bedain teman lagi. Mau agamanya beda atau penampilannya gak rapi, aku tetap mau berteman karena aku tahu Tuhan sayang semua orang.

Kalau ada teman yang terlihat berantakan, aku gak langsung menjauh lagi, tapi coba pelan-pelan kasih perhatian atau bantu dia supaya bisa berubah jadi lebih baik. Dan kalau aku lihat ada orang yang masih suka membeda-bedakan teman, aku berani kasih tahu dengan baik-baik kalau itu gak benar, karena aku juga pernah ada di posisi itu dan Tuhan sendiri yang ubah cara pandangku.

Mau lihat lebih banyak kesaksian anak seperti Frosty? Mari dukung pelayanan Superbook! Dengan berdonasi, kita bisa menjadi bagian dari perubahan besar dalam hidup anak-anak Indonesia. Klik tombol di bawah ini untuk berdonasi sekarang!

 

Miranda Rachel

Penulis Konten
Share :

Tags :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK