TESTIMONY

Fri - Jan 23, 2026 / 676 / SUPERSTORY

Dulu Aku Pernah Malas Datang ke Gereja, Sekarang Aku Mau Taat pada Tuhan

Bagi sebagian anak, cerita Alkitab bukan sekadar kisah lama, tetapi bisa menjadi titik awal perubahan hidup. Melalui tayangan Superbook, firman Tuhan disampaikan dengan cara yang dekat dengan dunia anak mudah dipahami, menyentuh hati, dan membangkitkan keberanian untuk berubah. Inilah yang dialami Abadi, seorang anak 11 tahun yang sebelumnya jarang ke gereja dan sering bermasalah dengan sikapnya. Lewat kisah Daud melawan Goliat di Superbook, Abadi mulai belajar mengandalkan Tuhan, taat pada firman-Nya, dan menemukan sukacita memuji Tuhan melalui nyanyian.


Hai, namaku Abadi, umurku 11 tahun.
Aku mau cerita tentang diriku yang dulu dan sekarang, karena hidupku benar-benar berubah.


Dulu Aku Paling Ribut dan Sering Bikin Masalah

Dulu aku malas banget ke gereja. Aku sudah lama nggak pernah sekolah minggu. Rasanya nggak enak dan aku lebih milih main.

Di sekolah, aku dikenal sebagai anak yang paling ribut di kelas. Aku sering ganggu teman-teman waktu mereka belajar atau main. Kadang aku jahil, kadang aku berantem. Aku juga sering bikin teman kesal, bahkan sampai ada yang nangis.

Di rumah juga sama. Aku sering berantem sama abangku, Rafla. Ayah dan Ibu jarang di rumah karena kerja dari pagi sampai malam. Ayahku tukang becak, dan Ibuku pembantu rumah tangga. Jadi aku dan abang sering di rumah berdua. Kalau sudah bosan, biasanya kami jadi ribut.

Aku jarang dinasihati, bukan karena orang tuaku nggak peduli, tapi karena mereka capek kerja. Aku juga jarang dengar cerita Alkitab, jadi aku nggak tahu gimana caranya jadi anak yang baik.


Aku Diajak Sekolah Minggu, Tapi Awalnya Nolak

Suatu hari, temanku Wilbert ngajak aku ikut sekolah minggu. Aku langsung bilang,
“Malas ah, membosankan.”

Wilbert nggak nyerah. Berkali-kali dia ngajak aku. Aku tetap nolak, sampai akhirnya karena dia terus ngajak dengan sabar, aku mau coba ikut.

Kisah Daud Melawan Goliat yang Bikin Aku Berpikir

Hari itu diputar video kisah Daud melawan Goliat. Aku nonton serius banget. Goliat besar dan menakutkan, tapi Daud kecil dan kelihatannya biasa aja.

Aku heran, kok Daud berani melawan Goliat?

Dari cerita itu aku belajar, Daud mengandalkan Tuhan, bukan kekuatannya sendiri. Daud juga taat pada Tuhan dan percaya sama firman Tuhan. Bahkan sebelum berperang, Daud sering memuji Tuhan lewat nyanyian.

Aku mikir,
“Daud kecil, tapi berani karena Tuhan ada sama dia.”

Aku juga mikir,
“Kalau aku mau berubah, aku juga harus ngandelin Tuhan, bukan terus nurutin kemauanku sendiri.”

Cerita itu bikin aku sadar, jadi anak yang baik itu bukan karena kuat atau hebat, tapi karena percaya dan taat sama Tuhan.

 

BACA JUGA : Sikap Hati Adalah Pilihan, Dari Luka Menuju Pemulihan

 

Aku Mulai Berubah Pelan-Pelan

Sejak hari itu, aku mulai rajin sekolah minggu. Aku belajar berdoa sebelum makan, sebelum tidur, dan sebelum belajar. Aku juga mulai berusaha nggak ngejek teman, nggak ganggu, dan nggak mau berantem.

Aku juga ngajak abangku, Rafla, buat ikut ke gereja. Dulu dia juga jarang ibadah, tapi sekarang kami berangkat bareng.

Di rumah, aku jadi lebih nurut. Aku bantu Ayah dan Ibu, kayak cuci piring, ngepel lantai, dan lipat baju. Aku dan abang juga jarang berantem. Kadang aku malah ingetin orang tuaku buat berdoa.


Orang Tua dan Guruku Ikut Lihat Perubahanku

Orang tuaku bilang, perubahan aku dan abang kelihatan banget. Kami sekarang rajin ibadah, rajin berdoa, dan lebih rukun di rumah.

Guruku di sekolah juga bilang aku sekarang lebih tenang dan enak diajak berteman. Teman-temanku jadi sering main ke rumah dan jemput aku buat berangkat sekolah bareng. Aku juga lebih rajin ngerjain PR.


Aku Bersyukur Karena Tuhan Mengubah Aku

Sekarang aku tahu, Tuhan bisa mengubah siapa saja, termasuk anak seperti aku. Aku bersyukur punya teman yang mau ngajak aku ke sekolah minggu dan ngenalin aku sama Tuhan.

Aku nggak mau jadi Abadi yang dulu lagi.
Aku mau jadi Abadi yang mengandalkan Tuhan, taat pada firman-Nya, dan memuji Tuhan lewat nyanyian.

Mau lihat lebih banyak kesaksian anak seperti Abadi? Mari dukung pelayanan Superbook! Dengan berdonasi, kita bisa menjadi bagian dari perubahan besar dalam hidup anak-anak Indonesia. Klik tombol di bawah ini untuk berdonasi sekarang!

Miranda Rachel

Penulis Konten
Share :

Tags :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK