ARTICLE

Wed - Oct 06, 2021 / 796 / Parenting

Menurut Alkitab, Inilah Akibatnya Kalau Anak Diberikan Label Negatif Terus Menerus

Terkadang kita sebagai orang tua tidak sadar kalau sudah melabeli anak secara negatif. Entah memberikan label ‘nakal’, ‘cerewet’, ‘si cengeng’, ‘bandel’, dan masih banyak lagi. Ternyata Superparents, kalau anak dilabel negatif terus menerus, bisa berdampak negatif juga kepada anak lho!

Kata-kata itu adalah doa loh. Jadi berkata lah yang baik dan positif pada anak. Memang saat kita dalam kondisi marah, kita sering tidak sadar melontarkan kata-kata tidak baik dan akhirnya me-label-i anak. Para psikolog berpendapat bahwa pelabelan ini bisa mempengaruhi mereka dalam membentuk konsep diri.

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.' (Matius 12:36-37)

Akibat dilabel negatif terus menerus

Anak akan merasa dirinya tidak berharga dan lama kelamaan mengganggu psikologis anak. Label pada anak bisa membuat anak tidak percaya diri dan rusaknya harga diri. Ada dampak lainnya yang bisa anak rasakan:

Baca juga : 9 TIPS AMPUH MENINGKATKAN PERAN ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK

  1. Muncul perasaan ditolak

Bagi anak yang dilabel oleh orang tuanya, mereka cenderung merasa dirinya ditolak yang berujung jadi minder. Anak cenderung menutup diri dari orang yang melabelinya dan lingkungan sekitarnya.

Jika anak mendapatkan label justru dari sekolah atau lingkungannya, sebaiknya dampingi anak dan jelaskan bahwa mereka berharga.

 

  1. Anak malah berlaku sesuai dengan label tersebut

Anak yang mendapatkan label itu justru biasanya bersikap sesuai dengan label yang diberikan padanya. Kalau ia di cap ‘bodoh’, anak akan malas untuk belajar dan semangat untuk berusahanya cenderung menurun. Begitu pula dengan anak yang di cap ‘nakal’. Ia akan semakin membuat anak lainnya kesal dan berlaku nakal.

 

  1. Memandang dirinya seperti label yang diterimanya

Anak cenderung melihat dirinya seperti yang orang labelkan padanya. Ini seakan menjadi siklus yang semakin menguat. Hal ini berdampak pada caranya memandang dunia sebagai tempat yang tidak nyaman.

Baca juga : KALAU DOA ANAK TIDAK KUNJUNG DIJAWAB TUHAN, KENAPA HARUS TETAP BERDOA?

Yang harus dilakukan

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.” (Efesus 4:29)

Daripada melabelinya negatif, gantilah kata-kata kita dengan kata yang positif (Amsal 9: 9, Amsal 15:4). Seperti:

“Wah kakak rajin sekali ya.”

“Oh ini gambar apa sayang di tembok? Nanti kalau sudah selesai, kita bersihkan bersama ya.”

“Nah gitu donk, kalau berbuat salah kita harus meminta maaf dan tidak mengulanginya lagi ya. Itu baru anak mama yang pintar.”

Lama kelamaan, yang sering di ucapkan pada anak pun akan tertanam pada bawah sadar anak, dan anak pun akan menjadi seperti yang orang tua ucapkan ke mereka (Amsal 16:24). Maka dari itu, mulailah bijak dalam berkata-kata pada anak ya.

Jika Superparents ingin membangun ibadah keluarga bersama anak, Superparents bisa mendapatkan materi dari Superbook secara GRATIS di bawah ini.

SAYA MAU

 

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK