ARTICLE

Wed - Dec 24, 2025 / 568 / Daily Devotional

Belajar Mengasihi Tanpa Mengharapkan Balasan

Kasih,

Sering kali kita pahami sebagai perasaan hangat—tentang suka, senang, dan kedekatan. Namun Alkitab mengajarkan bahwa kasih sejati tidak berhenti pada perasaan. Kasih yang Tuhan ajarkan adalah kasih yang memberi, bahkan ketika tidak ada jaminan akan menerima kembali.

Di zaman sekarang, berbuat baik sering kali tidak benar-benar tulus. Tanpa sadar, kita memberi sambil berharap akan dibalas dengan kebaikan yang sama. Kita menolong, tapi menunggu dihargai. Kita hadir, tapi berharap diingat. Ketika balasan itu tidak datang, hati pun mudah lelah dan kecewa. Kasih perlahan berubah menjadi transaksi, bukan lagi ketulusan, melainkan perhitungan.


Padahal, kasih yang lahir dari Tuhan tidak bekerja seperti itu.

Yesus menunjukkan kasih yang memberi lewat hidup-Nya. Ia memberi waktu-Nya, perhatian-Nya, tenaga-Nya, bahkan hidup-Nya, tanpa menunggu manusia layak terlebih dahulu. Ia mengasihi bukan karena manusia pantas, tetapi karena kasih itu sendiri adalah sifat-Nya.

Dari Yesus, kita belajar bahwa kasih sejati bukan tentang seberapa banyak yang kita punya, tetapi seberapa rela kita menyerahkan apa yang ada di tangan kita. Kasih yang memberi sering kali hadir dalam hal-hal kecil dan sederhana—mendengarkan dengan sungguh, menolong tanpa disuruh, atau tetap berbuat baik meski tidak dilihat dan tidak dipuji.


BACA JUGA : Superbook Holiday Experience – Christmas Edition: Menghadirkan Natal Bermakna bagi Anak

Namun jujur saja, memberi tidak selalu mudah.

Ada kalanya kita merasa kosong, capek, atau tidak dihargai. Di momen seperti itu, kasih kita diuji. Apakah kita memberi karena sungguh mengasihi, atau karena berharap diperlakukan sama? Tuhan tidak menutup mata terhadap lelah kita, tetapi Ia mengajak kita kembali kepada sumber kasih itu sendiri. Sebab kasih yang sejati tidak lahir dari kekuatan manusia, melainkan dari hati yang terus diperbarui oleh Tuhan.

Kasih yang memberi bukan tentang kehilangan, melainkan tentang kepercayaan. Percaya bahwa apa yang kita berikan dengan tulus tidak pernah sia-sia. Tuhan melihat, Tuhan tahu, dan Tuhan sanggup mencukupkan kembali hati yang mau memberi.

Hari ini, mungkin Tuhan tidak meminta kita melakukan hal besar. Mungkin Ia hanya mengajak kita membuka hati—untuk memberi perhatian, memberi waktu, memberi pengampunan, atau memberi kasih di tempat yang paling dekat dengan kita. Karena di sanalah kasih Tuhan nyata: bukan di seberapa banyak yang kita simpan, tetapi di seberapa rela kita memberi.

Download PDF

Miranda Rachel

Penulis Konten
Share :

Tags :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK