ARTICLE

Fri - Oct 12, 2018 / 8847 / Sunday School

Cerita Sekolah Minggu yang Menggambarkan Pemahaman Alkitab tentang Iman Kristen

Terkadang tidak mudah ya membawakan materi Alkitab untuk anak. Pengertian anak tentang firman Tuhan tidak mudah diserap oleh anak begitu saja, karena pemahaman mereka masih bertumbuh. Sedangkan Alkitab begitu banyak mennyajikan perumpamaan yang anak mungkin tidak mengerti. Oleh karena itu, kali ini Superbook mau membantu kakak guru sekolah Minggu untuk bercerita kisah tentang “iman” kepada anak dengan relevan.

Kali ini ceritanya tentang seorang anak perempuan yang berusaha menjadi sempurna agar bisa ikut dalam suatu acara. Tujuan dari kisah ini adalah menanamkan pemahaman anak tentang iman Kristen, percaya, bekerja keras, dan keberhargaan mereka di mata Tuhan.

Baca juga: LAKUKAN 7 TRIK INI KETIKA BERHADAPAN DENGAN ANAK YANG KERAS KEPALA DAN MANJA

Klub Bercocok Tanam (Roma 3: 21-31)

Vira adalah anak baru disekolahnya. Karena belum mengenal banyak teman, ia duduk sendirian di kantin sambil menikmati makan siangnya. Saat itu, Vira tertarik dengan sekelompok anak perempuan yang membawa tanaman. Ada yang tanamannya indah seperti dirawat dengan baik, dan anak lainnya membawa tanaman yang terlihat baru saja ditanam.

Salah satu anak dari kelompok itu, tiba-tiba menghampiri Jenny dan berkenalan dengannya. “Hai, kamu Vira ya? Anak baru di kelas 5A? Kenalkan namaku Lisa, aku sekelas lho sama kamu.”

“Oh iya, salam kenal Lisa. Kalian lagi ngapain sih?” Tanya Vira.

“Oh, kami bergabung di klub bercocok tanam. Kalau anak lain tertarik dengan menyanyi, menari, bermain musik, olah raga, tapi beda dengan kita. Ini bukan klub yang biasa. Pokoknya asik deh. Kamu tertarik?”, Jelas Lisa.

“Terus apa bedanya sama klub yang lain?”

“Kamu nggak perlu bayar untuk masuk klub kami, nggak ada anggaran bulanan juga, pokoknya gratis! Terus disini nggak ada kompetisi. Kami cuma senang aja menumbuhkan benih  ini sampai mereka tumbuh jadi tanaman yang cantik. Bangga rasanya kalau sudah berhasil. Yang penting ikuti instruksinya, mereka pasti tumbuh. Oh iya, akhir bulan nanti akan ada acara seru lho sekota. Yang mengadakan acara ini tuh ketua klub bercocok tanam. Dia punya taman yang indah banget dan kita diundang ke tamannya. Yuk ikut! Gratis kok.”, Papar Lisa.

“Kayaknya menarik. Terus caranya gimana?”

“Gampang. Isi formulirnya, nanti kamu dapat benih dan peralatan untuk menumbuhkan dan merawatnya.”

Sumber: The ActivityHero Blog

Vira akhirnya mendaftar dan mendapatkan peralatannya. Dalam pikirannya, Vira bisa merawatnya sampai tumbuh dengan indah. Hari demi hari, Vira merawatnya, tapi ia bingung kenapa tanamannya tidak tumbuh seperti dalam pikirannya. Ia berpikir apakah ada yang salah dengan caranya merawat. Sampai-sampai ia bertanya pada penjaga kebun sekolah, membaca banyak buku, dan mengikuti seminar tentang bercocok tanam.

Sehari sebelum acara berlangsung, Vira khawatir karena tanamannya belum tumbuh dengan indah. Ia bertanya kepada beberapa anak klub lainnya, apakah harus membawa tanamannya ke acara tersebut. Merekapun menjawab, “ya”. Teman-teman di klubnya itu juga memberitahukannya agar tidak perlu khawatir tentang penampilan tanamannya. Yang penting datang dan nikmati acaranya. Tapi ia tetap khawatir dan akhinya curhat dengan Lisa, “Lisa, aku sudah berusaha menumbuhkan dan merawatnya. Kenapa hasilnya masih seperti ini ya? Perasaan saya sudah melakukan apapun yang terbaik untuk tanaman ini, tapi kenapa hasilnya hanya begini saja?”

Baca juga : SEBELUM MEMUTUSKAN MENGAJAR KELAS BATITA, PELAJARI PERKEMBANGAN ALAM PIKIR MEREKA

“Vira, kan kamu sudah mencoba yang terbaik, caramu juga sudah benar kok. Acara ini kan gratis, jadi kamu nggak perlu khawatir. Kita semua sudah mencoba menumbuhkannya juga. Memang ada yang berhasil, ada juga yang berhasil. Justru dengan ikut acara ini, kamu bisa belajar bercocok tanam disana. Ayolah ikut ya.”

Akhirnya hari yang dinantikan tiba. Semua orang sudah siap berangkat ke tempat itu dengan membawa tanamannya masing-masing. Sayangnya, Vira tidak jadi ikut karena sampai saat itu, ia masih tidak percaya diri dengan tanamannya. Padahal sebenarnya tanaman Vira memang sudah tumbuh seperti yang seharusnya dan malahan lebih indah dari milik orang lain.

Sumber: Evening Standard

Orang-orang yang ada di dalam klub tersebut sama seperti orang Kristen. Mereka memiliki sukacita, antusiasme, dan mengasihi Tuhan. Benih diibaratkan firman Tuhan yang siap ditanam untuk bertumbuh dalam kehidupan masing-masing orang. Namun pertumbuhannya tergantung pribadi masing-masing.

Sayangnya Vira, atau beberapa orang Kristen lainnya sudah menerima firman Tuhan dan berusaha menghidupinya dengan pengertian mereka sendiri. Padahal Tuhan sudah membantu mereka, tapi mereka masih meragukan keimanannya sendiri. Nah kalau adik-adik sekolah Minggu sudah percaya diri dengan iman yang kalian miliki?

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK