ARTICLE

Tue - Jan 27, 2026 / 51 / Sunday School

Tuhan Tidak Melihat Seperti Cara Manusia Melihat

Shalom SuperTeachers!

Dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak sering merasa harus menjadi yang paling hebat agar diterima. Harus pintar. Harus berani. Harus menang.

Tanpa sadar, banyak anak mulai membandingkan dirinya dengan teman-temannya. Ada yang merasa kurang berani, kurang pintar, atau merasa “aku biasa saja”. Namun melalui kisah Daud dan Goliat, anak-anak belajar satu kebenaran penting: Tuhan tidak melihat seperti manusia melihat. Tuhan melihat hati.


Dunia Menilai dari Luar, Tuhan Melihat ke Dalam

Ketika bangsa Israel berhadapan dengan Goliat, semua orang melihat ukuran tubuh, kekuatan, dan pengalaman. Goliat tampak menakutkan, sementara Daud terlihat kecil dan tidak berpengalaman. Namun Tuhan tidak menilai Daud dari: Usianya, Ukuran tubuhnya, Pengalamannya

Tuhan melihat hati Daud yang percaya penuh kepada-Nya.

Inilah pelajaran besar yang perlu ditanamkan kepada anak-anak sejak dini:
- Nilai diri mereka tidak ditentukan oleh pencapaian, tetapi oleh hati yang mau percaya dan taat kepada Tuhan.


Berani Tampil Beda Bukan Berarti Menjadi Sempurna

Berani tampil beda bukan berarti anak harus selalu tampil paling depan atau paling menonjol. Berani tampil beda artinya: Tetap percaya Tuhan meski diremehkan, Tetap berbuat benar meski berbeda dari teman, Tetap taat meski tidak selalu dipuji. Daud berani melangkah maju bukan karena ia merasa paling kuat, tetapi karena ia percaya Tuhan menyertainya.Pesan ini sangat relevan untuk anak-anak yang:

- Pendiam

- Kurang percaya diri

- Sering merasa tidak sepintar teman-temannya

Tuhan tetap bekerja melalui hati yang mau percaya.

 

BACA JUGA : Anak Berharga Bukan Karena Prestasi, tapi Karena Siapa Dirinya

 

Mengajarkan Anak Melihat Dirinya Seperti Tuhan Melihat

Sebagai guru Sekolah Minggu dan orangtua, kita dipanggil untuk membantu anak melihat dirinya dengan cara yang benar.
Bukan hanya memuji hasil, tetapi juga: Menguatkan proses. Menghargai usaha. Meneguhkan sikap hati. Ketika anak memahami bahwa Tuhan mengasihi mereka apa adanya, mereka akan bertumbuh menjadi pribadi yang: Tidak takut gagal. Tidak mudah minder. Berani menjadi diri sendiri. Inilah dasar iman yang kuat bagi perjalanan hidup mereka.


Pesan Penting untuk Anak Sekolah Minggu

Melalui kisah Daud dan Goliat, anak-anak belajar bahwa:

'Aku berharga bukan karena aku paling hebat, tetapi karena Tuhan melihat hatiku'

Setiap anak diciptakan unik. Setiap anak punya peran. Dan setiap anak bisa dipakai Tuhan ketika ia mau percaya dan taat kepada-Nya. Berani tampil beda bukan soal menjadi lebih baik dari orang lain, melainkan berani hidup sesuai dengan kebenaran Tuhan. Ketika anak-anak belajar mempercayai Tuhan sejak kecil, mereka akan tumbuh dengan iman yang kuat, hati yang teguh, dan identitas yang sehat di dalam Tuhan.

Miranda Rachel

Penulis Konten
Share :

Tags :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK