Dalam kehidupan anak, rumah seharusnya menjadi tempat pertama yang memberi rasa aman. Tempat di mana mereka bisa pulang setelah menghadapi berbagai hal di luar baik itu pengalaman menyenangkan maupun hal yang membuat mereka sedih atau kecewa.
Namun menjadi safe place bagi anak bukan berarti orangtua harus selalu sempurna, selalu tahu jawaban yang tepat, atau selalu menuruti semua keinginan anak. Justru sebaliknya, safe place adalah tentang bagaimana anak merasa diterima, dipahami, dan tidak takut menjadi dirinya sendiri di rumah.
Lalu sebenarnya, seperti apa orangtua yang menjadi safe place bagi anak?
Salah satu tanda rumah menjadi tempat yang aman adalah ketika anak tidak takut untuk bercerita. Mereka merasa bebas mengungkapkan apa yang sedang dirasakan—entah itu sedih, marah, kecewa, atau bahkan merasa takut.
Tentu saja tidak semua cerita anak selalu mudah didengar. Ada kalanya mereka mengeluh, menangis, atau mengatakan sesuatu yang membuat orangtua khawatir. Namun ketika orangtua mau mendengarkan lebih dulu sebelum menilai atau memarahi, anak belajar bahwa perasaannya dihargai.
Perasaan sederhana ini sangat penting. Anak yang merasa didengar biasanya lebih mudah terbuka, sehingga hubungan dengan orangtua pun menjadi lebih dekat.
Setiap anak pasti pernah melakukan kesalahan. Mereka mungkin melanggar aturan, bersikap tidak sabar, atau melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan.
Namun dalam keluarga yang menjadi safe place, kesalahan tidak langsung membuat anak merasa ditolak. Orangtua tetap memberikan arahan dan disiplin, tetapi anak tahu bahwa kasih sayang orangtuanya tidak berubah hanya karena satu kesalahan.
Hal ini membantu anak memahami bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Mereka bisa memperbaiki diri tanpa harus merasa kehilangan tempat yang aman.
Dunia di luar rumah tidak selalu mudah bagi anak. Mereka bisa mengalami tekanan di sekolah, konflik dengan teman, atau merasa tidak percaya diri dengan dirinya sendiri.
Di tengah semua itu, anak membutuhkan satu tempat yang membuat mereka merasa aman untuk kembali. Ketika orangtua menjadi safe place, anak tahu bahwa rumah adalah tempat di mana mereka bisa mendapatkan dukungan, penguatan, dan pelukan ketika hari terasa berat.
Perasaan ini membuat anak memiliki dasar emosional yang kuat. Mereka mungkin tetap menghadapi tantangan di luar, tetapi mereka tahu tidak harus menghadapinya sendirian.
Menjadi safe place bagi anak bukan tentang menjadi orangtua yang sempurna. Yang jauh lebih penting adalah kesediaan untuk hadir, mendengarkan, dan tetap menerima anak apa adanya. Dari situlah rumah perlahan menjadi tempat paling aman bagi mereka untuk bertumbuh.
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK