“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
Yeremia 29:11 (TB)
Pernah tidak kita melihat kehidupan orang lain lalu tiba-tiba merasa hidup kita tertinggal?
Mungkin ada teman sekolah yang sudah menikah. Ada yang sudah punya rumah. Ada juga yang kariernya terlihat sangat maju. Sementara kita melihat hidup kita sendiri dan bertanya dalam hati, “Tuhan, bagaimana dengan aku?”
Perasaan seperti ini sebenarnya sangat manusiawi. Banyak orang mengalaminya. Namun tanpa kita sadari, kebiasaan membandingkan diri perlahan bisa mencuri sukacita yang seharusnya kita rasakan hari ini. Semakin sering kita melihat kehidupan orang lain, semakin mudah kita merasa bahwa hidup kita tidak cukup baik.
Padahal belum tentu begitu.
Salah satu hal yang sering kita lupakan adalah ini: Tuhan tidak menulis cerita hidup yang sama untuk setiap orang. Setiap orang memiliki perjalanan yang unik, dengan waktu, proses, dan pengalaman yang berbeda.
Ketika kita membandingkan hidup kita dengan hidup orang lain, sebenarnya kita sedang mengukur sesuatu yang tidak pernah dimaksudkan untuk dibandingkan. Ada orang yang jalannya terlihat cepat. Ada yang jalannya lebih pelan. Ada yang menemukan arah hidupnya lebih awal. Ada juga yang menemukannya setelah melalui berbagai proses yang panjang.
Namun semua itu tidak berarti ada yang lebih baik atau lebih buruk. Firman Tuhan dalam Kitab Yeremia 29:11 mengingatkan bahwa Tuhan memiliki rancangan damai sejahtera untuk setiap kita. Bukan rancangan yang membawa kehancuran, tetapi masa depan yang penuh harapan. Artinya, hidup kita tidak sedang berjalan tanpa arah. Tuhan tahu persis ke mana Ia sedang membawa setiap kita, bahkan ketika kita sendiri belum melihat gambaran besarnya.
Bayangkan dua benih yang ditanam pada hari yang sama. Benih yang satu tumbuh hanya dalam beberapa hari, sementara yang lain membutuhkan waktu lebih lama sebelum akhirnya muncul ke permukaan. Kalau kita hanya melihat dari luar, mungkin kita akan mengira benih yang lambat itu gagal. Padahal sebenarnya tidak. Ia hanya sedang membangun akar yang lebih dalam di bawah tanah. Proses itu tidak terlihat, tetapi sangat penting agar ketika tumbuh nanti, ia bisa berdiri dengan kuat.
Banyak proses dalam hidup kita juga seperti itu. Ada masa-masa ketika kita merasa tidak ada yang berubah. Tidak ada kemajuan yang terlihat, dan kita mulai mempertanyakan apakah kita sedang berjalan di jalan yang benar. Namun sering kali, justru di masa-masa seperti itu Tuhan sedang bekerja dengan cara yang tidak terlihat. Ia sedang membentuk karakter kita, memperkuat iman kita, dan mempersiapkan sesuatu yang mungkin belum kita pahami sekarang.
Perasaan tertinggal sering muncul ketika kita terus melihat ke samping—melihat kehidupan orang lain dan mengukur hidup kita dari sana. Tanpa sadar kita mulai berpikir bahwa kita seharusnya sudah berada di titik yang sama dengan mereka.
Padahal firman Tuhan mengingatkan bahwa membandingkan diri dengan orang lain bukanlah cara yang bijaksana. Dalam **Surat 2 Korintus 10:12, Rasul Paulus menegur kebiasaan ini karena setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda.
Ketika kita terus membandingkan, kita bisa kehilangan damai sejahtera yang Tuhan berikan hari ini. Kita menjadi terlalu sibuk melihat apa yang belum kita miliki, sehingga lupa melihat apa yang Tuhan sudah kerjakan dalam hidup kita.
Kebenarannya sederhana: hidup kita tidak terlambat. Tuhan tidak pernah kehilangan kendali atas waktu kita. Mungkin hari ini kita belum melihat semua jawabannya, tetapi Tuhan sudah melihatnya.
Yang perlu kita lakukan bukan mengejar kehidupan orang lain, melainkan belajar mempercayai bahwa Tuhan sedang menulis cerita yang tepat untuk hidup kita. Dan jika Dia yang memegang masa depan kita, kita tidak perlu takut tertinggal.
Download PDF
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK