ARTICLE

Wed - Nov 11, 2020 / 264 / Inspirational

Tahapan Mengajarkan Anak untuk Bisa Memaafkan dan Mengampuni Orang Lain

Adanya gesekan atau konflik dalam pergaulan itu biasa dialami semua orang, terutama anak-anak. Tinggal bagaimana anak bisa menyikapi dan menghadapinya. Anak perlu memahami kalau tidk selamanya orang di luar sana berpihak pada kita. Anak-anak juga tidak perlu harus menyenangkan semua orang. Anak hanya harus menjadi dirinya sendiri dan berteman dengan tulus.

Saat anak-anak sedang mengalami konflik dengan teman-temannya, kita bisa bantu mereka untuk memaafkan dengan beberapa tahapan ini.

  1. Ajak anak berbicara untuk meluapkan perasaannya

Biarkanlah anak curhat apa yang ia alami dan bagaimana perasaan atau pikirannya tentang masalah tersebut. Setelah itu, Superparents bisa membantu anak untuk melihat masalah dari beberapa sudut pandang, terutama sudut pandang temannya yang berselisih.

 Baca juga : 7 PAHLAWAN DI ALKITAB YANG BISA ANAK TELADANI

  1. Tumbuhkan rasa empati

Setelah anak mencoba memahami sudut pandang lainnya, superparents bisa membuat perumpamaan si anak bertukar posisi dengan orang yang pernah menyakiti hatinya, anak bisa merasakan bagaimana rasanya belum termaafkan oleh orang yang disakiti. Daripada perasaan bersalah terus menghantui, lebih baik ia bisa menerima kesalahan temannya dan memaafkannya. (Matius 18: 21-22)

 

  1. Ajarkan anak untuk rendah hati

Jika anak belum bisa mengampuni temannya, superparents bisa mengingatkan anak tentang Kolose 3:13, “Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

Memang tidak semua orang berubah ketika sudah diampuni, tapi ingatkan anak bahwa Tuhan juga mengampuni segala dosa dan pelanggaran kita. Oleh karena itu, anak harus belajar untuk bisa rendah hati dan menurunkan ego pribadinya. Ia perlu bersyukur jika bisa memaafkan orang lain karena ia akan menemukan kelegaan.

 Baca juga : BAGAIMANA PENDERITAAN BISA MEMULIHKAN IMAN KITA KEMBALI?

  1. Komitmen untuk memaafkan

Saat sudah melewati tiga fase tadi, superparents bisa pastikan apakah anak memang sudah benar-benar bisa memaafkan temannya? Soalnya jangan sampai ketika ia bertemu atau temannya tidak sengaja mengungkit kesalahan itu, kemudian anak kembali teringat dan tidak jadi memaafkan temannya.

 

  1. Memaafkan dengan hati

Emosi negatif bisa muncul kapan saja walaupun dalam perkataan anak sudah bisa memaafkan. Namun kembali lagi kepada firman Tuhan (Efesus 4: 31-32). Dibutuhkan hati yang bijaksana untuk benar-benar bisa memaafkan dan mengikhlaskan. Anak bisa menjadikan hal ini sebagai pembelajaran bagi dirinya.

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK