ARTICLE

Thu - Jun 03, 2021 / 399 / Parenting

Sinetron Tayangkan Adegan Ranjang Pada Anak Bawah Umur, Waspadai Child Grooming!

Salah satu sinetron di televisi swasta baru-baru ini menuai protes banyak pihak karena menayangkan adegan ranjang seorang aktor dengan aktris yang masih berusia 15 tahun. Sinetron ini menceritakan seorang laki-laki berusia 39 tahun yang menikahi seorang anak SMA untuk dijadikan istri ketiganya. Demi membantu perekonomian keluarganya, si anak tersebut terpaksa menikah dengan pria itu.

Jalan cerita dan adegan di film ini menuai protes banyak kalangan karena menampilkan child grooming. Dilansir Raising Children, grooming adalah ketika seseorang mencoba untuk membangun hubungan dengan seorang anak di bawah umur atau keluarga dari anak tersebut agar mereka bisa melakukan pelecehan seksual terhadap seorang anak. Grooming sendiri dibangun dengan koneksi dan juga kepercayaan anak tersebut dan juga keluarganya selama berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan dan juga menahun.

Baca juga: 5 TIPS MENANAMKAN SIKAP DERMAWAN PADA ANAK LEWAT CONTOH ALKITAB

Berikut hal yang perlu Superparents waspadai :

Kenali groomer

Groomer adalah orang yang melakukan child grooming. Siapa saja bisa menjadi groomer, baik laki-laki, perempuan, orang terdekat, orang asing, bahkan orang yang dipercaya oleh orang tua (misalnya: guru, dll).

 

Tahapan grooming

-          Menargetkan anak

Biasanya groomer akan mencari tahu hal-hal yang menjadi titik lemah dari targetnya, misalnya kebutuhan emosionalnya (merasa terabaikan di keluarga), kurangnya pengawasan orang dewasa, dll.

-          Mendapatkan kepercayaan keluarga dan anak

Setelah mengetahui titik lemahnya, mereka akan berusaha mendapatkan kepercayaan keluarga atau anak itu sendiri. Misalnya pelaku tahu calon korbannya ingin mengunjungi taman bermain dan mencoba untuk mengajaknya pergi dan kemudian meminta izin keluarganya dengan cara yang sangat halus.

-          Memenuhi kebutuhan calon korban

Saat pelaku mulai memenuhi kebutuhan calon korban, mereka akan dianggap sebagai seorang yang penting dalam kehidupan anak. Pelaku bisa memberikan berbagai hadiah untuk mendapatkan perhatian anak dan keluarganya.

Baca juga : MENGAPA KITA HARUS MENGAJARKAN ANAK UNTUK PEDULI ?

-          Mengisolasi anak

Setelah itu, ia akan melakukan isolasi sehingga hubungannya dengan anak semakin dekat. Seperti mengajak anak jalan-jalan dalam waktu lama. Pada proses ini, orang tua biasanya mulai merasa ada jarak antara anak. Hal ini dikarenakan pelaku mungkin pernah mengucapkan pada anak,”Kamu bisa mempercayai saya, karena tidak ada yang mengerti kamu selain saya.”

-          Hubungan mengarah ke hubungan seksual

Saat pelaku sudah menjadi bagian penting dari anak tersebut, pelaku pun bisa mengarahkan hubungan ke arah seksual.

-          Mengontrol korban

Agar hubungan mereka tidak diketahui banyak orang, biasanya pelaku akan meminta korban untuk tidak memberitahukannya kepada siapapun dengan ancaman.

Itulah penjelasan child grooming dan tahapan yang biasa dilakukan oleh si pelaku. Jangan sampai lengah ya Superparents! Tetap jaga kedekatan dengan si kecil dan jangan mudah percaya saat ingin menitipkan anak.

Sumber : https://www.orami.co.id/

 

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK