ARTICLE

Wed - Aug 19, 2020 / 528 / Parenting

Prinsip Alkitabiah Penting yang Bisa Membangun Kepribadian Anak Sedari Dini

Menjadi orang tua Kristen itu tidak mudah. Firman Tuhan sudah menyatakan kepada kita sejak zaman dahulu kala pada Ulangan 6:4-9. Tuhan telah memerintahkan kita sebagai orang tua untuk mendidik dan mengajarkan anak tentang prinsip-prinsip hidup orang beriman secara berulang-ulang. Kenapa harus berulang-ulang.

Oke, kita mulai dari kenyataan unik ini. Siapakah yang bersama dengan anak hampir setiap hari? (dalam keadaan wajar – misalnya tidak yatim piatu) Tentunya orang tua. Guru sekolah hanya memiliki waktu terbatas 8 jam sehari dari total 24 jam untuk bertemu anak, itu pun kalau tidak berganti-ganti guru mata pelajarannya. Apalagi guru sekolah minggu yang hanya dua jam di hari Minggu pula. Hanya orang tua yang memiliki waktu lebih panjang bersama anaknya.

Baca juga : JANGAN MEMAKSAKAN KEHENDAK KITA KEPADA ANAK, INI DAMPAKNYA

Tuhan menginginkan kita sebagai orang tua Kristen agar menanamkan pengaruh iman Kristen dalam bentuk kata-kata, tingkah laku, sikap hidup, dan bahkan cara berpikir kepada anak. Seperti firman Tuhan dalam Amsal 22:6, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalannya itu.” Jelas bahwa peran orang tua Kristen berpengaruh pada masa depan dan kepribadian anak tersebut nantinya.

Oleh karena itu, agar anak memiliki kepribadian yang sehat dan sesuai dengan Firman Tuhan, kita perlu melakukan beberapa hal ini:

AGAPE sebagai dasar

Kasih agape adalah kasih tanpa syarat yang telah Kristus teladankan bagi kita (Yohanes 13:34). Dalam hubungan kita dengan anak, kita juga harus menerapkan prisip agape dalam mendidik anak. Kasih agape-lah yang menyebabkan anak merasa aman dan nyaman untuk bertumbuh bersama orang tuanya.

Agape mengharuskan kita hangat kepada anak kita. Dalam artian memberikan kasih sayang secara fisik (mencium dan memeluknya) pada masa kanak-kanak, memperhatikan, dan menghargai mereka.Tanpa adanya basic trust (rasa aman)  pada awal pembentukan kepribadiannya, anak akan tumbuh dengan banyak problema dalam kehidupannya.

Contohnya, balita yang seringkali dimarahi, dipukul, dicaci, dibanding-bandingkan, dan hal lainnya akan kehilangan kepercayaan kepada orang tuanya. Ia akan bertumbuh dengan memusuhi dan memandang rendah orang lain di sekitarnya, bahkan cenderung melukai orang lain atau merasa tidak berharga. Jika hal ini sudah terlanjur terjadi pada anak, hanya Kristuslah yang bisa memperbaiki hidup dan kepribadiannya.

Baca juga : PERAN PENTING ORANG TUA MENURUT ALKITAB YANG WAJIB DIKETAHUI

Disiplin dan Tanggung Jawab

Disiplin dan tanggung jawab paling mudah ditanamkan sejak anak-anak. Dengan kita menanamkan sikap ini, anak akan sadar apa yang harus dilakukan dan akibatnya. Memang ada kalanya anak agak susah diajarkan untuk berdisiplin. Bahkan Alkitab sendiri cukup keras menghimbau kepada kita, orang tua untuk menggunakan ‘tongkat didikan’.

Sampai saat ini masih terjadi perdebatan tentang hal ini (Amsal 13:24; 22:15; 23:13, 14; 29:15; Ibrani 12:5-10). Karena banyak akhli pendidik yang tidak setuju dengan didikan melalui kekerasan. Oleh karena itu, kitalah sebagai orang tua yang perlu berhikmat dan bijaksana dalam menggunakan ‘hajaran’. Hajaran dalam firman Tuhan itu tetap harus disertai dengan kasih agape, bukan karena pelampiasan emosi atau kemarahan. Yang kita serang adalah sikapnya yang berdosa, bukan pribadi anak, misalnya bukan mengatakan “dasar anak durhaka”, melainkan “papa tidak suka kamu berbohong seperti itu. Coba lihat akibatnya…”

Agape ini akan menghindarkan sakit hati dalam diri anak pada waktu kita menghajarnya (Kolose 3:21; Efesus 6:4) Tanpa hajaran dalam agape pada masa kanak-kanak, seorang tidak akan 'yakin' bahwa nyontek - dan kelak korupsi - tidak boleh dilakukan, bahwa menghadapi lampu merah ia harus berhenti, dan lainnya. Hati nuraninya juga terbentuk secara peka dan lengkap.

Sumber : alkitab.sabda.org

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK