ARTICLE

Tue - Aug 04, 2020 / 336 / Parenting

Mengenal Anak ‘Pembawa Masalah’ dan Cara Mengatasinya

Pernahkan kakak menjumpai anak yang bertindak tanpa berpikir terlebih dulu? Lalu sulit mengontrol respon mereka terhadap situasi? Mungkin anak ini berlaku impulsif Superparents. Jika kita menyadari perilaku ini sedari awal, ada baiknya kita tangani secepatnya agar tidak berkembang menjadi sifat yang tercela.

Impulsivitas tiap anak sebenarnya berbeda-beda dan bisa berubah ketika mereka dewasa. Tapi perilaku impulsif yang dibiarkan, bisa membahayakan anak dan menyebabkan keributan di rumah maupun sekolah.

Baca juga : CARA MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK BATITA DAN BALITA SESUAI KEMAMPUANNYA

Ciri-ciri perilaku impulsif itu seperti :

  1. Menginterupsi

Anak suka memotong pembicaraan orang lain. Interupsi disini bisa berupa perkataan atau bertingkah.

  1. Tidak sabar

Anak yang impulsif tidak mengerti konsep ‘menunggu giliran’. Seperti menyerobot, suka merebut mainan anak lain, berbicara di kelas padahal ada anak lain yang sedang berbicara.

  1. Cara komunikasi tidak baik

Biasanya anak akan berteriak atau tertawa tidak pada tempat dan waktu yang tepat.

  1. Melakukan kegiatan berbahaya

Anak melakukan aktivitas berbahaya tanpa berpikir konsekuensi yang akan ia dapatkan jika melakukan hal itu.

Sumber : PARENTS PLACE

Lalu kenapa sih anak melakukan perilaku impulsif itu?

  1. Saraf impuls belum berkembang sempurna

Saraf anak-anak memang belum berkembang seperti orang dewasa, maka terkadang anak bisa beraksi tanpa memikirkan konsekuensinya.

  1. ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)

Perilaku impulsif anak ini seringkali muncul pada anak yang mengidap ADHD. Perilaku impulsif pada anak ADHD terjadi karena ketidakseimbangan yang terjadi pada otak anak.

  1. Stres dan frustasi

Anak yang merasa tertekan secara tidak sadar akan melampiaskannya dengan perilaku impulsif.

  1. Tidak dapat mengekspresikan dengan baik

Perilaku impulsif seringkali terjadi pada anak yang masih kecil karena mereka belum bisa mengekspresikan perasaannya dengan baik. Anak belum mengerti bahwa sebenarnya ia sedang merasa stress dan tertekan.

Baca juga : PERLUKAH KITA MEMAKSA ANAK YANG TIDAK MAU KE GEREJA?

Jadi apa yang bisa kita lakukan sebagai orang tua dan guru sekolah minggu dalam menghadapi anak yang seperti ini?

Biasanya anak yang bersikap impulsif bisa di cap sebagai anak ‘pembawa masalah’ di sekolahnya karena mengganggu konsentrasi anak lain. Bahkan tak ayal mereka jadi dikucilkan. Apabila Superparents sudah mulai menyadari hal ini, sebaiknya segera bawa anak kepada ahlinya agar bisa dievaluasi. Menurut penelitian, olah raga atau bergerak aktif dapat membantu otak mengontrol saraf impuls. Oleh karena itu, biasanya anak dengan ADHD akan disarankan untuk rajin berolah raga secara rutin.

Superparents dan Superteacher bisa kok mengontrol perilaku impulsif pada anak, yaitu dengan mengajarkannya berulang kali. Perlu kesabaran memang agar anak menyadari konsekuensi dari semua perbuatan yang ia lakukan. Tapi ketika kita mengajarkannya berulang kali bahwa setiap perkataan dan perilaku itu ada konsekuensinya yang harus anak tanggung, mereka akan mengerti kok..

 Sumber : theasianparent.com

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK