Ada hari di mana semuanya terasa lebih berat dari biasanya. Bangun pagi saja sudah terasa capek. Hal-hal kecil yang biasanya bisa kita lewati dengan santai, tiba-tiba terasa terlalu banyak. Kita tetap menjalani hari seperti biasa, tetap kerja, tetap tersenyum, tetap terlihat kuat di depan orang lain. Tapi di dalam hati, kita tahu hari ini tidak mudah.
Dan seringnya, justru di momen seperti itu kita mulai menyalahkan diri sendiri. Kita merasa kita kurang kuat, kurang sabar, atau kurang bisa menghadapi hidup.
Kita berpikir orang lain kelihatannya baik-baik saja, tapi kenapa kita yang terasa paling lelah?
Padahal, hari yang berat tidak pernah otomatis berarti kita lemah.
Kadang kita membandingkan diri kita dengan orang lain tanpa sadar. Kita melihat orang lain tetap tersenyum, tetap aktif, tetap terlihat semangat. Tapi kita tidak pernah benar-benar tahu apa yang sedang mereka rasakan di dalam. Setiap orang punya perjuangan yang tidak selalu terlihat. Ada yang sedang mencoba kuat setelah disakiti. Ada yang sedang berusaha tetap percaya walaupun sedang kecewa. Ada juga yang hanya sedang mencoba bertahan supaya tidak menyerah.
Jadi kalau hari ini kamu merasa lebih lelah dari biasanya, itu tidak berarti kamu lebih lemah dari orang lain. Itu hanya berarti kamu sedang melewati sesuatu yang tidak ringan.
BACA JUGA : Cara Menjelaskan Paskah ke Anak Tanpa Membuat Mereka Takut: 6 Tips Sederhana untuk Parents
Kita sering berpikir kuat itu berarti selalu baik-baik saja. Selalu tenang. Selalu tidak goyah. Padahal kadang, kuat itu justru terlihat dalam hal yang sangat sederhana: tetap bangun pagi, tetap menjalani hari walaupun hati tidak sepenuhnya siap, tetap mencoba walaupun tidak yakin akan berhasil.
Hari ini mungkin bukan hari terbaikmu. Mungkin kamu tidak merasa kuat, tidak merasa semangat, dan tidak merasa siap menghadapi semuanya. Tapi kalau kamu masih di sini, masih mencoba, masih bertahan, itu sudah cukup.
Karena kuat tidak selalu berarti menang. Kadang kuat berarti tidak menyerah. Dan hari ini, kalau kamu hanya sedang berusaha bertahan, itu tidak membuatmu lemah. Itu justru menunjukkan bahwa kamu masih berjuang.
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK