ARTICLE

Tue - Jun 11, 2019 / 830 / Parenting

Inilah Bahayanya Ketika Kita Sering Melarang dan Berkata Jangan Pada Anak!

Hayo siapa dari kita sebagai SuperParents dengan mudahnya melarang anak melakukan ini itu? “Eh jangan adek!”, “Jangan berisik ya!”, “Ih nggak boleh ah.”, dan masih banyak kata jangan atau tidak lainnya. Melarang memang cara parenting yang mudah. Tapi tahukah SuperParents apa dampaknya pada perkembangan anak?

Kita sebagai orangtua itu berfungsi sebagai programmer pikiran bawah sadar anak. Anak menyerap dengan mudah apa yang kita katakan dari sejak ia dalam kandungan sampai usia enam tahun. Inilah masa-masa kritis dimana pikiran mereka begitu mudah menyerap informasi disekitarnya. Jadi ketika orangtua terbiasa berkata negatif kepada anak, maka anak akan terprogram secara negatif.

Baca juga : POLA ASUH YANG PERLU KITA KETAHUI AGAR TIDAK SALAH MENDIDIK ANAK

Anak dengan usia 0-6 tahun pikiran sadarnya belum terlalu kuat. Jadi apapun yang anak dengar dari orangtua ataupun dikatakan secara langsung kepada mereka, itu masuk ke alam bawah sadarnya. Orangtua yang tidak hati-hati biasanya cenderung berkata “negatif”. Lalu sebaiknya apa yang harus dilakukan?

Sumber: KP Thriving Families

1. Selalu sadari dan berhati-hati terhadap perkataan yang kita ucapkan.

SuperParents harus mengatakan apa yang ingin atau impikan kepada anak. Kalau ingin anak rajin ya katakan rajin, bukan jangan malas. Kalau ingin anak tidak menyerah dan terus berjuang, katakan “Kamu pasti bisa sayang.” Bukannya mengatakan, “Kok gitu aja nggak bisa sih!”

Seperti Firman Tuhan pada Efesus 4: 29b, “tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

 

2. Hindari menghakimi perilaku anak.

Hati-hati dengan penilaian kita kepada anak apalagi secara tidak sengaja atau sengaja mengucapkannya di depan mereka. “Masakan kamu nggak bisa seperti kakakmu sih.”, “Dia mah anaknya memang nakal, Kak. Susah diatur.”, dan masih banyak kata lainnya. Kita saja tidak suka dibandingkan apalagi anak. Selain itu, saat orangtua sudah mempunyai penilaian dan menghakimi anak di depan orang lain, anak akan bertumbuh seperti apa yang orangtua katakan.

Baca juga: BAGAIMANA CARA MENDIDIK ANAK MENJADI PAHLAWAN DARIPADA PENONTON?

3. Hidupkan harapan dan pandangan positif SuperParents pada anak.

“Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.” (Yakobus 3:5)

Jika kita ingin anak bertumbuh menjadi sukses, bahagia, dan menjadi berkat bagi orang lain, maka tanamkan kata-kata positif pada mereka. Bukalah masa depan anak sedari dini dengan perkataan berkat dan doa terbaik untuk mereka. Hindarilah mengucapkan kutuk pada anak.

Memang kita sebagai orangtua butuh waktu untuk membiasakan hal ini. Tapi sekalinya kita terbiasa, ini akan menjadi hal yang powerfull bagi anak-anak lho! Bagaimana SuperParents? Sudah siap berkata dan menanamkan hal positif pada anak? Selamat belajar bersama.

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK