ARTICLE

Wed - May 22, 2019 / 354 / Parenting

Bagaimana Cara Mendidik Anak Menjadi Pahlawan Daripada Penonton?

Menjadi super hero merupakan impian anak-anak yang unik. Kenapa unik? Karena kalau menurut kita sebagai orang dewasa hal itu mustahil, tapi dalam pikiran anak, tidak ada yang mustahil. Jujur saja, mimin dulu pernah lho ingin seperti Sailor Moon dan Wonder Woman. Sampai-sampai saat bermain dengan teman, mimin selalu bilang, “Dengan kekuatan bulan, akan menghukummu!” Kadang saking menjiwainya, saya sendiri ingin menjadi pahlawan bagi teman-teman saya yang di-bully.

Penonton biasanya hanya bisa melihat dan berdiri tanpa menolong anak yang di-bully. Tapi pahlawan itu mengetengahi atau melerai dan memberikan pertolongan. Penonton menyaksikan kejahatan terjadi di depannya tanpa berbuat apa-apa, terlalu takut dan apatis dalam mengambil sikap. Bahkan di zaman serba gadget ini, nggak heran para penonton ini justru mempublikasikan kejahatan yang terjadi di depannya.

Baca juga : STRATEGI MENCEGAH DAN MENGATASI ANAK YANG TANTRUM SAAT BERSEKOLAH MINGGU

Sedangkan pahlawan, punya dua kualitas. Pertama, mereka menghayati dan menghargai nilai-nilai kepercayaan mereka. Dalam artian sebagai anak yang tumbuh dan mengenal Kristus, pastinya kehidupan mereka akan mengamalkan kasih dan damai kepada teman-temannya. Kedua, mereka berani menanggung segala resikonya.

Kebanyakan anak, terutama orangtua begitu takut dengan konsekuensi jika anak membela temannya yang di bully. Bagaimana nanti kalau anak saya jadi ikut di-bully kan? Ketika anak bersikap heroik, berarti anak mempunyai peluang berhadapan dengan bahaya sosial, emosional, bahkan fisik. Lalu bagaimana caranya mendidik dan menciptakan anak menjadi super hero?

Sumber : Cat Talk

1. Menumbuhkan imaginasi pahlawan mereka

Agar bisa bertindak heroik, anak bisa belajar untuk berpikir seperti pahlawan sesungguhnya. Kita perlu mengarahkan anak tentang bagaimana pahlawan melihat dunia. Pahlawan pasti punya kesadaran yang kuat terhadap hal-hal yang tidak benar. Anak juga bisa menghindari bahaya sebelum terjadi. Contohnya, seorang anak yang cerdas secara emosional dapat memprediksi kapan temannya yang rentan akan mendapatkan intimidasi, dan mencegah hal itu terjadi. Daripada sudah kejadian baru menengahi.

2. Ajarkan anak agar bisa menyelesaikan konflik

Konflik sebenarnya bukanlah hal yang buruk, asalkan anak bisa menyelesaikannya. Agar anak bisa belajar menjadi pahlawan, mereka butuh kepercayaan diri yang cukup supaya mereka bisa “berdiri” membela apa yang diyakininya. Ajarkan resolusi konflik dan pola pikir yang berkembang kepada anak.

Sumber: CHOC Children's Blog

3. Jadilah teladan rasa peduli dan empati kepada orang lain. (Matius 22: 37 – 39)

Orang yang berani menyelamatkan orang lain cenderung tidak begitu memikirkan kata orang tentangnya, atau peduli pada persetujuan orang lain. Karena mereka didorong oleh rasa perikemanusiaan dan kasih itu sendiri. Perasaan tanggung jawab terhadap orang lain ini bisa ditumbuhkan dengan cara orangtua menunjukkan bagaimana caranya bertoleransi, memberikan perhatian, dan empati kepada orang lain yang anak juga bisa melihatnya.

4. Percaya bahwa anak mampu bersikap heroik.

Anak-anak yang ikut menengahi atau campur tangan saat ada temannya yang di-bully, biasanya percaya kalau orangtua dan teman-temannya juga berharap agar mereka menolong korban.

Saya ingin anak saya senang dan aman, tapi pastinya saya juga ingin agar dia bisa menjadi pahlawan bagi teman-temannya. Hal ini penting karena mereka harus bertumbuh dengan mengenal apa yang sesuai dengan firman Tuhan, yakni kasih.

Mau anak SuperParents juga bertumbuh menjadi pahlawan? Yuk ikuti superbookindonesia.com dan media sosial kami! Akan ada gerakan kepahlawanan mulai bulan ini lho!

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK