ARTICLE

Wed - Jul 08, 2020 / 446 / Parenting

Kenapa Balita Berbohong dan Bagaimana Mengatasinya?

Mendapati anak berbohong rasanya sedih ya. Mereka masih anak-anak kok sudah berani berbohong, bahkan kadang untuk masalah yang kelihatannya sepele. Beberapa penelitian mengungkapkan kalau biasanya anak berbohong itu untuk menghindari hukuman atau hal yang tidak menyenangkan.

Nah bagaimana dengan anak-anak kakak di sekolah minggu? Atau Superparents di rumah. Adakah dari anak-anak tersebut yang kedapatan berbohong? Kalau anak sudah masuk usia sekolah, biasanya lingkungan bisa mengajarkannya (memberikan contoh) berbohong. Tapi bagaimana dengan anak yang belum sekolah dan masih sangat kecil dan sudah berbohong?

Ada beberapa alasan kenapa mereka bisa berbohong:

Baca juga : 5 CARA JITU MENGAJARKAN ANAK MENGHARGAI ORANG LAIN SESUAI FIRMAN TUHAN

Belum bisa membedakan mana yang fantasi (khayalan) dan kenyataan

“Eh dedek mengompol ya? Kok celananya basah.”

“Bukan. Itu si beruang (boneka) yang tadi nakal. Tumpahin botol air ke aku.”

Kelihatannya pernyataan anak ini polos dan lucu ya kak. Tapi tahukah kakak kalau menurut Sussane Ayers Denham, Ph.D., dosen psikologi di George Mason University di Fairfax, Virginia, AS, balita belum memahami gagasan tentang kebenaran obyektif berdasarkan fakta. Mereka punya ‘pemikiran ajaib’ untuk menjelaskan suatu kenyataan.

 

Ingin Tetap Terlihat Baik

Menurut Penelope Leach, Ph.D., dosen sekaligus pakar pengasuhan dari The University of Winchester, Inggris, anak akan berusaha untuk menyenangkan orang dewasa di sekitarnya. Jadi kalau ia tahu kita tidak senang dengan perbuatan mereka, maka mereka akan berusaha untuk menyangkalnya agar tetap terlihat baik di depan orang tua ataupun kakak guru sekolah minggu. Anak-anak melakukan hal ini karena kita (orang yang lebih dewasa) umumnya lebih sering marah karena kebohongan anak dibanding kesalahan yang anak lakukan.

 

Kognitifnya Masih Berkembang

Kemampuan mereka untuk berpikir dan mengingat belum seperti orang dewasa, karena kognitif anak masih berkembang. Dr. Carol Newall, psikolog klinis sekaligus dosen pendidikan anak usia dini di Macquaire University, Sydney, Australia mencontohkan anak balita yang marah kepada kakaknya lalu mengadu kepada orang tuanya. Padahal ia lupa yang memicu pertengkaran pertama adalah dirinya yang tidak sengaja memukul kakaknya, sehingga kakaknya menjadi marah.

 

Melihat reaksi orang lain

Penasaran! Matthew Rouse, Ph.D., psikolog klinis di New York, AS, mengatakan bahwa anak-anak berbohong karena ingin tahu reaksi orang lain. Misal, “Apa yang akan terjadi jika saya berbohong?”, “Apa yang akan ia lakukan untuk saya?”, atau “Apa yang akan saya dapatkan?”

Baca juga : 7 CARA EFEKTIF MENGAJARKAN ANAK KETEKUNAN SEDARI DINI

Lalu bagaimana caranya agar anak tidak berbohong?

  1. Mengajarkan kebenaran

Ajarkan prinsip kebenaran melalui firman Tuhan dari Imamat 19:11, Kolose 3:9-10, dan Yohanes 8:14. Jika anak masih berbohong, bantulah mereka memahami tentang kebohongannya. Lalu ajarkan kepada mereka bahwa dengan berbohong, kepercayaan orang lain akan hilang kepada mereka. Tapi jangan lupa untuk memberitahukan ayat 1 Yohanes 1:9. Pimpin mereka berdoa dan menyerahkan segala kesalahannya kepada Tuhan yang mampu mengampuni anak.

 

  1. Menjadi teladan dan perbaiki cara mendidik

Jangan-jangan anak belajar berbohong justru dari kita. Yuk kita lebih berhati-hati dengan perkataan maupun tindakan kita. Perbaiki juga cara mendidik kita agar tidak diktatoris, sedikit-sedikit diberi hukuman. Jelas anak akan menghindari hukuman dengan cara berbohong jadinya.

 

  1. Jangan terlalu menuntut

Tuntutan berlebihan mendorong anak untuk berbohong demi bisa membela dan melindungi dirinya. Kenali batas kemampuan anak, dan berikan penjelasan padanya.

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK