ARTICLE

Thu - Jun 25, 2020 / 1426 / Sunday School

Ini Nih 7 Hal yang Tidak Seharusnya Dilakukan Guru Sekolah Minggu di Kelas

Siapa bilang menjadi guru sekolah minggu itu mudah? Justru pelayanan ini sangat menantang dan diperlukan kreativitas yang cukup baik. Nah tapi kadang-kadang saat pelayanan, ada aja hal-hal yang tidak sengaja dilakukan dan itu tidak baik bagi anak. Mungkin karena memang belum banyak pengalaman dalam mengasuh anak (karena GSMnya masih terlalu muda dan belum berkeluarga) atau memang keceplosan melakukan itu.

Yuk kita simak, hal apa saja sih yang sebaiknya guru sekolah minggu tidak lakukan di kelas:

Baca juga : AGAR PERGAULAN ANAK TIDAK SALAH, YUK BELAJAR DARI SEKOLAH MINGGU ONLINE SUPERBOOK!

  1. Tidak membiasakan tanggung jawab

“Namanya juga anak-anak. Kalau jahil biasa.”  Sebaiknya katakan, “Ayo sayang temannya ya. Lain kali bermain lebih hati-hati.”

 

  1. Menakut-nakuti

“Kalau nakal nanti dikejar sama om Goliat lho!”

Tegur perilakunya yang salah bukan dengan menakut-nakutinya.

 

  1. Berbohong

“Ayo duduk yang manis semua, jangan berisik ya! Nanti kakak akan kasih coklat buat anak yang paling manis.” Jangan berikan janji-janji yang memang tidak bisa ditepati. Misalnya dari contoh diatas, kakak menjanjikan coklat padahal tidak bawa coklat.

Atau “Yuk ikut sekolah minggu, nanti mamanya nunggu di luar sambil lihat kamu kok.” (padahal mamanya pergi beribadah di ibadah dewasa) Jelaskan saja secara jujur apa yang akan anak lakukan di sekolah minggu agar mereka tertarik bersekolah minggu dibandingkan ikut dengan orang tuanya.

 

  1. Labelling

“Ayo, si hitam manis sini yuk kita doa bersama.” Sebaiknya hal ini tidak kita lakukan karena anak lain akan mencontoh label yang kita berikan kepada anak tersebut.

 Baca juga : BELAJAR TETAP PERCAYA KEPADA TUHAN DI TENGAH PENDERITAAN LEWAT SEKOLAH MINGGU ONLINE

  1. Pelit melakukan 4 hal yang wajib dilakukan!

Jarang minta maaf, berterima kasih, menunjukkan kasih sayang, dan memuji anak.

 

  1. Fokus pada kekurangan anak

“Biasanya si A nih suka mengacau di kelas. Saya harus hati-hati nih,” bicara dalam hati. Siapa yang pernah berpikir seperti itu? Hehehe… Waktu masih awal-awal menjadi guru sekolah minggu, mimin juga pernah begitu. Tapi ketika berkali-kali mengajar anak tersebut, mimin sadar bahwa dia biasanya memang membutuhkan perhatian lebih. Makanya mimin ajak dia untuk melayani dan lebih aktif di kelas. Fokuslah juga ya kak kepada kelebihan anak jangan kekurangannya.

 

  1. Ancaman kosong

“Kalau pada berisik, kakak nggak akan mulai nih.” Padahal saat anak nantinya berisik lagi, kakak sudah memulai sekolah minggunya. (Kepercayaan anak bisa meluntur dan cenderung mereka melanggar lagi). Lakukan hal yang bisa menarik konsentrasi anak kembali. Misalnya dengan mengajarkan sapaan, ketika kakak mengucapkan HAI, anak harus membalas HALO. Jadi saat berisik, anak kembali menjawab halo dan konsentrasi anak kembali pada kakak. Dibanding harus mengancam terus.

Walaupun menangani anak itu butuh proses dan terus belajar, jangan putus asa dulu ya kak. Pasti kakak bisa kok, karena kakak mempunyai panggilan yang sama untuk generasi anak! Semangat melayani ya kak.

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK