ARTICLE

Mon - Sep 18, 2017 / 1317 /

HEBOH Kasus penculikan, 5 Peluang Ini Bisa Picu Penculikan Anak!

Kasus penculikan anak kembali menyeruak. Baru-baru ini, anak SD di daerah Jakarta Barat nyaris menjadi korban penculikan di depan gerbang sekolah.

Kondisi yang mengancam atau bahaya seperti penculikan anak bisa kapan saja terjadi. Peluang penculikan bisa saja beragam, mulai dari keteledoran orangtua, penculikan murni, dan posisi anak tanpa pengawasan yang dianggap sebagai peluang.

Tanpa disadari peluang-peluang ini bisa memicu tindakan penculikan anak terjadi, seperti:

#1. Memposting foto anak di Media sosial

Kebiasaan para ibu muda memajang foto bayi dan balitanya di akun media sosial ternyata bisa berdampak negatif kepada anak. “Banyak ibu senang jika foto-foto anaknya dipanjang di Facebook. Ternyata, hal ini memberi peluang para penculik untuk mencelakakan anak. Maraknya kasus penculikan sekarang juga salah satunya disebabkan kecerobohan ini sehingga orangtua menjadi makin paranoid,” terang Arist Merdeka Sirait dalam suatu kesempatan.

baca juga : HATI-HATI Ini 7 Cara yang Paling Sering Digunakan Dalam Penculikan Anak

#2. Mengajak anak ke pusat keramaian

Baru-baru ini, ketika dalam suasana Lebaran yang lalu, sebuah berita penculikan anak santer di media sosial. Seorang anak bernama Sintya Hermawan (6) dikabarkan diculik oleh seorang pria di Mall Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jakarta Timur. Bocah tersebut hilang saat orang tua Sintya tengah sibuk berdagang aksesoris telepon genggam. Entah bagaimana, Sintya terbujuk oleh ajakan seorang pria yang tak dikenal lalu dibawa pulang ke rumah pelaku.

Kasus ini menandakan tindakan keliru orangtua yang mengajak anak ke tempat-tempat keramaian. Lalu meninggalkan anak di pusat mainan atau membiarkan anak sendirian tanpa pengawasan.  

#3. Meninggalkan anak sendiri tanpa pengawasan terpercaya

Salah satu dampak dari tindakan orangtua yang gemar memajang foto anak di media sosial adalah tindakan berani para pelaku penculikan melacak waktu sibuk orangtua lewat profile lewat data mengenai pekerjaan dan kesibukan orang tua yang mungkin kerap meninggalkan anak sendiri di rumah.

#4. Mempercayakan anak kepada pengasuh baru

Salah satu modus penculikan yang banyak dilakukan adalah dengan berpura-pura menjadi pengasuh anak. Untuk itu, Komnas PA menghimbau orangtua agar tidak mudah percaya pada pengasuh baru dan lebih baik menitipkan anak di tempat kerja atau keluarga terdekat. Jika tidak sebaiknya mempercayakan pengasuh yang sudah dikenal lama.  

#5. Karena sakit hati mantan pengasuh

Berhati-hatilah memperlakukan pengasuh anak Anda. Sebab banyak sekali kasus penculikan anak yang pelakunya adalah mantan pengasuh. Alasannya beragam, ada yang sakit hati, benci dan terdesak oleh pihak lain. Sangat disarankan agar orangtua menjalin komunikasi yang baik dan memperlakukannya dengan layak.

Penculikan anak terjadi karena adanya peluang yang diberikan oleh orangtua, sehingga disarankan untuk tetap memperhatikan beberapa hal di atas.

Sedapat-dapatnya kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! - Roma 12:18

 

Superbook Admin

Official Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK