ARTICLE

Tue - Dec 03, 2019 / 548 / Parenting

Generasi Anak Ternyata Bisa Rusak Karena 4 Jenis Kekerasan Ini Lho

Menyelamatkan generasi adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama. Superbook sendiri begitu konsen terhadap hal ini dan berusaha semaksimal mungkin lewat program-program dan kurikulum yang di didistribusikan ke seluruh Indonesia. Nah sekarang kita pun harus bekerja sama demi mewujudkan generasi kedepannya yang lebih baik dan menjadi berkat.

Salah satu hal yang bisa merusak generasi anak adalah kekerasan yang dilakukan oleh orangtua atau orang disekitarnya. Kekerasan bukan hanya berupa fisik saja lho, ada 4 jenis kekerasan yang bisa merusak generasi anak.

Baca juga : TIPS MELATIH ANAK MEMILIKI PIKIRAN YANG KRITIS DAN BISA MENGAMBIL KEPUTUSAN

1. Kekerasan emosional

Kekerasan ini menyerang mental anak, misalnya meremehkan, mempermalukan anak, berteriak di depan anak, mengancam, mengatakan hal yang tidak baik, bahkan kontak fisik yang seharusnya dilakukan oleh orangtua tapi tidak dilakukan (memeluk, mencium, dll).

2. Menelantarkan anak

Kewajiban orangtua adalah memenuhi kebutuhan anak baik secara fisik maupun psikis. Tidak menyediakan kebutuhan dasar mereka seperti makanan, pakaian, kesehatan, dan pengawasan sudah termasuk dalam bentuk penelantaran.

3. Kekerasan fisik

Alih-alih melakukan tindakan agar anak disiplin, kekerasan dilakukan. Hal ini bukan hanya menyakiti fisik mereka tetapi juga psikis anak dan menimbulkan kepahitan.

4. Kekerasan seksual

Kekerasan atau pelecehan seksual tidak hanya dalam bentuk fisik saja. Ketika mengekspos situasi seksual atau materi yang melecehkan secara seksual sudah termasuk kekerasan seksual juga.

Sumber : zerotothree

Lalu pertanyaannya, kalau anak mengalami kekerasan dalam hidupnya, apakah ia akan menjadi orangtua atau orang dewasa yang melakukan hal itu juga?

Tidak menutup kemungkinan ia akan melakukannya juga saat dewasa nanti. Saat anak-anak mereka menjadi korban dan ketika dewasa mereka melakukan hal tersebut kepada orang lain. Penelitian mengungkapkan terdapat beberapa faktor yang dapat mendukung hal ini. Faktor utama yang ditemukan adalah:

  • Kekerasan dilakukan sejak dini
  • Kekerasan dilakukan dalam waktu yang lama
  • Kekerasan dilakukan oleh orang yang berhubungan dekat dengan korban, misalnya orangtua
  • Kekerasan yang dilakukan sangat berbahaya bagi anak
  • Kekerasan terjadi dengan suasana emosional dingin di lingkungan keluarga

Baca juga : ANAK BERUBAH KARENA LINGKUNGAN NEGATIF? TANGGULANGI DENGAN HAL INI!

Seringnya, anak korban kekerasan menanggulangi traumanya dengan cara menyangkal bahwa ia telah menerima kekerasan atau dengan cara menyalahkan dirinya sendiri. Alasan untuk menerapkan kedisiplinan sering digunakan untuk melakukan kekerasan pada anak, sehingga perlakuan ini dibenarkan oleh orangtua dan anak. Padahal, seharusnya tidak.

Pada akhirnya, anak yang pernah mengalami kekerasan saat kecil tidak dapat melihat bagaimana seharusnya orangtua mengasihi dan memperlakukan anaknya dengan baik. Sehingga, kemungkinan besar ia akan tumbuh dengan kemampuan “menjadi orangtua” yang kurang atau buruk.

Oleh karena itu kita sebagai orang-orang yang tergerak untuk menyelamatkan generasi ini, yuk mulai stop melakukan kekerasan pada anak dan menegur orang yang melakukan hal itu juga. Tetap junjung prinsip KASIH yang sudah Tuhan ajarkan.

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK