ARTICLE

Wed - Nov 20, 2019 / 434 / Parenting

Tips Melatih Anak Memiliki Pikiran yang Kritis dan Bisa Mengambil Keputusan

Masih ingat dengan kisahnya Maudy Ayunda, salah satu aktris Indonesia yang diperebutkan oleh dua universitas terbaik dunia, Harvard dan Standford? Maudy yang sebelumnya telah menempuh pendidikan di Oxford University ini berhasil membuat banyak orang iri dengan kesempatan emas yang ia dapatkan.

Bisa nggak ya anak saya juga mendapatkan kesempatan seperti itu saat dewasa? Bisa kok SuperParents! Semua tergantung dari bagaimana pola asuh kita. Contohnya seperti pola asuh yang diterapkan oleh ibunda Maudy sendiri. Ibu Maudy sejak kecil melatih anaknya untuk berpikir kritis, bisa mengambil keputusan, memecahkan masalah, melatih kepercayaan dirinya, sampai kepekaan sosialnya.

Nah kalau SuperParents ingin anaknya bisa berpikir kritis dan terlatih mengambil keputusan secara mandiri, yuk kita latih dengan cara berikut ini:

1. Berikan kesempatan anak untuk memilih makanan, baju, jenis liburan, dan berbagai hal lainnya dengan alasan yang tepat.

2. Batasi pilihan yang SuperParents berikan agar anak tidak semakin bingung dalam memilih.

3. Setelah itu, SuperParents bisa berikan pernyataan pro dan kontranya terhadap pilihan mereka sampai berujung pada pilihan absolut mereka.

4. SuperParents bisa berikan latihan lewat masalah di kehidupan anak sehari-hari mulai dari kasus yang sederhana, seperti memilih baju yang akan dipakai sampai memilih sekolah dan lainnya.

5. Biarkan anak mengambil resiko atas pilihannya sendiri. Dengan begitu, anak bisa belajar dari hasil pilihan atau kesalahan menentukan pilihan tersebut. Resiko adalah tanggung jawab yang akan diterima dan anak perlu mengetahui segala konsekuensinya.

Cara-cara tadi bisa lho SuperParents latih sejak anak berusia satu tahun. Setelah anak sudah bisa bicara, SuperParents bisa mengajaknya berbincang sekaligus melatih tumbuh kembang otak anak.

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK