ARTICLE

Mon - Jul 23, 2018 / 748 / Parenting

Ciptakan Anak Jenius dengan Menjadi Orang Tua yang “Hadir” Secara Emosional

Bagaimana caranya kita membesarkan anak yang jenius jika kita sebagai orang tuanya lebih sibuk bekerja atau melakukan hal lain, dibandingkan berkomunikasi dan punya waktu keluarga bersama mereka? Tidak ada ilmu baku untuk parenting. Tidak ada sekolah untuk belajar bagaimana cara mengasuh anak. Tapi tahukah Anda? Keberadaan Anda, itulah yang terpenting untuk mereka!

Anak sampai umur 4 tahun, perkembangan otaknya sedang bertumbuh maksimal, sampai level jenius. Dari studi yang dipelajari oleh Simon T. Bailey pada orang dengan umur dibawah 20 tahun, hanya 10% dari yang memakai pemikiran jeniusnya. Dan pada umur 20-30 tahun, hanya tersisa 2%.

Baca juga: CARA MUDAH DAN ALKITABIAH UNTUK MENJELASKAN “APA ITU MALAIKAT” KEPADA ANAK

Pertanyaannya adalah kemana perkembangan otak anak-anak yang jenius ini pergi? Ternyata itu tidak pergi kemana-mana, tapi terkubur karena aturan, ucapan ‘jangan lakukan itu’, kata-kata ‘kembalikan itu’, dan lainnya. Dan sampai seorang anak berumur 17 tahun, anak sudah mendengar kata ‘TIDAK’ sebanyak 150.000 kali dan kata ‘YA’ hanya 5.000 kali.

Semakin anak seringkali mendengar kata ‘TIDAK’, seperti, “Kamu tidak boleh lakukan ini.”, “Kamu tidak boleh pergi kesana.” Ada semacam jalur neurologis tercipta di otak kita untuk menutup segala kemungkinan.

Sumber: thepinsta.com

Simon menceritakan kisah tentang kedua anaknya, Daniel dan Madison. Madison saat itu datang ke kantor Simon, dan Simon terlihat buru-buru membenahi pekerjaannya.

“Hai, ayah. Ada apa? “

“Hai Madison, bagaimana kabarmu sayang? Ayah mau pergi keluar kota nih.” Saat mengatakan hal itu, Simon tidak fokus terhadap Madison dan terlihat begitu sibuk.

“Yah, aku melihat ayah sedang sibuk. Nanti aku kembali lagi ya, kalo ayah sudah tidak sibuk lagi.”

“Oke sayang.” Lalu Simon kembali terburu-buru dan akhirnya berangkat ke bandara.

Saat itulah ia tersadar! Ia kehilangan momen untuk memiliki waktu berkualitas bersama dengan anaknya karena saat itu Simon secara emosional tidah hadir. Simon terlalu sibuk membuat banyak uang, dimana ‘tangga’ dirinya disandarkan pada tembok yang salah.

Istrinya saat itu mengatakan pada Simon bahwa, seringkali Simon memberikan yang terbaik untuk orang lain. Tapi hanya meninggalkan sisanya untuk keluarganya. Simon akhirnya menyadari bahwa ia memberikan teladan yang buruk bagi kedua anaknya, dimana ia memiliki segala-galanya tapi kehilangan keluarganya sendiri.

Baca juga :  BAHAYA! JANGAN TERAPKAN HELICOPTER PARENTING PADA ANAK KARENA INI AKIBATNYA

Ia punya rumah, tapi sebenarnya kehilangan rumah. Ia sukses, tapi tidak penting. Ia punya kekuatan, tapi tidak punya tujuan. Ia punya uang, tapi tidak berarti. Simon secara tidak sengaja memberikan contoh untuk anak perempuan agar memiliki kekasih seperti ayahnya yang tidak baik ini. Pasangan yang tidak mempedulikannya seperti ayahnya.

Disinilah Simon sadar bahwa ia harus meningkatkan kualitas dari hanya mendengar anaknya, menjadi menyimak mereka. Punya komunikasi yang baik dengan mereka. Dan Simon harus memberikan teladan bagi Daniel agar bisa memperlakukan perempuan lain, sama seperti ia melakukannya pada ibu dan kakaknya.

Terkadang kita terlalu fokus pada pemikiran orang lain tentang diri kita, bukan siapa sebenarnya kita. Uang tidaklah lebih penting daripada hubungan dan keluarga! Di HARI ANAK NASIONAL ini, yuk mulai sadari apakah kita sudah memberikan waktu terpenting kita bagi pertumbuhan anak-anak selama ini, atau kita justru terlalu sibuk mengejar uang dan kesenangan duniawi sehingga menelantarkan mereka?

Mari berikan waktu terbaik kita bersama dengan anak. Agar mereka bertumbuh menjadi pribadi yang jenius dan sayang dengan keluarganya juga. (CC)

KLIK SHARE TO FACEBOOK UNTUK BAGIKAN ARTIKEL INI.

Superbook Admin

Official Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK