Bangun pagi saja rasanya sudah menguras tenaga. Pikiran penuh, hati capek, dan semangat entah ke mana. Di momen seperti itu, hidup kadang tidak terasa seperti anugerah, tapi sesuatu yang harus dijalani pelan-pelan, bahkan tertatih.
Di tengah kondisi seperti ini, Tuhan tidak datang dengan tuntutan besar. Ia hanya mengajak kita membuat satu pilihan sederhana: memilih hidup.
Memilih hidup bukan berarti kita baik-baik saja. Bukan juga tentang selalu kuat atau selalu penuh iman. Kadang, memilih hidup hanya berarti berkata pelan dalam hati, “Tuhan, hari ini aku masih mau bertahan.” Dan itu sudah cukup.
Elia pernah ada di titik di mana ia begitu lelah dan takut sampai ia berkata kepada Tuhan bahwa hidupnya sudah cukup. Ia duduk sendirian, ingin menyerah, dan tidak lagi melihat harapan di depan mata.
Namun Tuhan tidak memarahinya. Tuhan tidak memberinya khotbah panjang.
Tuhan justru memberinya makanan, waktu untuk beristirahat, dan kehadiran-Nya.
BACA JUGA : Kelelahan Mental dan Iman yang Tetap Bertahan dalam Kisah Ayub
Dan ketika Elia bangun, makan, lalu melanjutkan perjalanannya, itu adalah bentuk kecil dari memilih hidup. Bukan dengan iman besar, bukan dengan semangat yang meluap-luap—melainkan dengan satu langkah sederhana: melanjutkan hidup satu hari lagi.
Sering kali kita mengira memilih hidup harus terlihat kuat dan rohani. Padahal, memilih hidup bisa sesederhana tetap bangun, tetap berdoa meski rasanya hambar, tetap melangkah meski arah belum jelas.
Tuhan tahu ada hari ketika kita tidak punya banyak tenaga. Karena itu, Ia tidak meminta kita datang dengan iman yang sempurna. Ia hanya meminta hati yang mau tetap tinggal. Hati yang berkata, “Aku belum kuat, tapi aku mau tetap bersama-Mu.”
Jika hari ini hatimu sedang lelah, ingat satu hal ini:
memilih hidup bukan tentang menang atas semuanya, tapi tentang tidak menyerah. Dan di setiap langkah kecil itu, Tuhan berjalan bersama kita—seperti Ia berjalan bersama Elia.
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK