ARTICLE

Tue - Jan 21, 2020 / 1227 / Parenting

Cara Efektif Menanamkan Empati Ke Anak Sedari Dini Seperti di Negara Denmark

Kisah seorang anak SMP yang melompat dari lantai 4 gedung sekolahnya, menyentak kita dan dunia pendidikan. Sepertinya empati yang dimiliki anak-anak saat ini masih kurang sehingga tidak peka dengan kondisi temannya sendiri. Indonesia perlu mengevaluasi ini. Kita bisa belajar dari negara Denmark yang sudah mengajarkan dan menanamkan empati kepada anak sejak mereka berumur 6-16 tahun.

Sistem pendidikan di Denmark telah memberlakukan hal ini sejak tahun 1993, dimana siswa belajar untuk membantu teman sekelas mereka. Kebanyakan orang tidak sadar bahwa ‘empati’ merupakan kemampuan yang bisa dipelajari. Mengajarkan empati sedari kecil, tidak hanya akan membuat anak mempunyai kompetensi pengelolaan emosional dan sosial, tapi juga mengurangi perundungan (bullying) sehingga bisa mendorong anak sukses di masa depan.

Baca juga : 7 CIRI ANAK YANG MENGALAMI STRES, YUK GURU SEKOLAH MINGGU DAN ORANGTUA MAKIN PEKA LAGI!

Program menanamkan empati di Denmark biasanya dimulai saat anak berumur 6 tahun, berlangsung satu jam setiap minggunya di sekolah. Tujuannya murid-murid berdiskusi tentang masalah yang mereka hadapi dengan santai dan nyaman, lalu kelas akan membantunya menemukan solusi. Semua masalah dibahas secara terbuka. Bisa berupa masalah pribadi antara murid atau kelompok anak, pokoknya bisa berubungan dan tidak berhubungan dengan sekolah.

Sumber : 7esl

Di akhir kelas, guru mengajarkan bagaimana mereka harus menyimak dan saling mengerti satu dengan lainnya. Ketika tidak ada lagi masalah yang bisa didiskusikan, mereka diperbolehkan untuk bersantai. Siklus yang ingin diciptakan adalah orangtua membesarkan anak yang bahagia, sehingga mereka bisa tumbuh menjadi seorang dewasa yang nantinya akan memiliki anak yang bahagia juga. Begitu seterusnya.

Mulai dari anak masuk ke sekolah dasar, anak akan belajar dengan aksi yang kecil bisa memberikan dampak yang besar. Mereka mengenalnya dengan sebutan “Carlos Moment”. Mereka belajar dari sebuah kisah seseorang yang mengalami kecelakaan saat menyelam dan pada akhirnya tubuhnya lumpuh. Saat dirawat di rumah sakit, ia sering terbangun dan panik karena tidak bisa menggerakkan tubuhnya. Ketika itulah ada seorang perawat yang bernama Carlos. Ia memerintahkan kepada semua rekannya apabila orang tersebut terbangun dari tidurnya lalu panik, datanglah cepat-cepat lalu pegang bahunya (bagian tubuh yang masih bisa dirasakan dia) lalu berkata, “Kamu tidak apa-apa.”

Baca juga : APA SIH YANG ANAK BUTUHKAN DARI ORANGTUA? YUK, BELAJAR JADI TELADAN BUAT MEREKA!

Anak-anak juga bisa mendorong untuk saling memberitahu arti gerakan tubuh yang menenangkannya kepada teman-temannya, jika apabila mereka sedang menghadapi sebuah masalah. Hanya dengan sebuah tepukan di bahu dan kata, “Kamu tidak apa-apa.” Bisa berdampak luar biasa karena menenangkan, membuat anak sadar bahwa ia tidak sendirian.

Kita sendiri sebagai SuperParents dan SuperTeacher bisa lho membantu mereka juga dengan merangkul anak lalu berkata, “Tuhan selalu bersamamu!” saat anak menghadapi masalah terbesarnya. Ajarkan mereka agar ingat ayat 1 Korintus 10:13,Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Sumber : brightvibes.com

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK