ARTICLE

Tue - Jan 22, 2019 / 1053 / Sunday School

Belajar Menjadi Leader dari Peran Guru Sekolah Minggu

Tak jarang profesi menjadi guru seringkali di nomor sekiankan oleh beberapa orangtua jika anaknya punya cita-cita tersebut. B isa jadi karena penghasilan kurang, tidak mudah menjadi guru yang dihormati zaman sekarang, dan lain-lain. Termasuk menjadi guru sekolah Minggu lho. Padahal pelayanan ini adalah pelayanan yang bisa mencetak generasi orang-orang percaya dan penerus gereja.

Memang menjadi guru sekolah Minggu (GSM) bukanlah suatu profesi yang harus full time. Tapi apa jadinya kalau di gereja tidak ada satupun guru sekolah Minggu? Nah sebelum kalian memutuskan menjadi guru sekolah Minggu atau meneruskan pelayanan ini, ternyata menjadi guru sekolah Minggu itu sama seperti menjadi leader / pemimpin lho! Bahkan para leader bisa belajar dari guru sekolah Minggu juga. Penasaran?

Sumber : SELUK BELUK PENTINGNYA KELOMPOK KECIL DALAM SEKOLAH MINGGU

1. Menjadi GSM = merendahkan hati.

Kenapa GSM itu harus rendah hati? Mudah saja, untuk mengerti anak-anak dan apa yang mereka butuhkan, kita harus bisa merendahkan hati serta tidak berpikir terlalu dewasa. Terkadang mereka hanya membutuhkan pemecahan masalah yang simple dimana mereka bisa mengerti juga.

 

2. GSM itu adalah leader yang selalu mendukung.

Menjadi guru itu otomatis seakan menjadi orangtua kedua anak. Mereka membutuhkan bimbingan juga dukungan dalam melewati pergumulan yang terjadi dalam hidupnya. Untuk itulah GSM hadir menjadi jawaban kedua jika anak tidak terbuka dengan orangtuanya. GSM juga bisa mendoakan mereka agar kuat dan mampu menghadapi pergumulan mereka.

 Sumber: Superbook

3. Menjadi teladan buka hanya menyuruh.

Memang mudah ya untuk menyuruh orang lain melakukan hal yang kita inginkan. Dan merupakan kedagingan manusia saat lupa meminta tolong. Tapi untuk menciptakan generasi yang maju dan berkembang, pemimpin atau leader harus belajar dari GSM karena mereka menjadi teladan dalam tutur kata, tingkah laku, perbuatan, pemikiran, kebijakan, dan lainnya. GSM juga berlatih untuk tidak menyuruh ataupun melarang berlebihan anak-anaknya, melainkan memberitahukan sebab akibat, menjadi contoh, dan mengarahkan.

 

4. Memiliki tanggung jawab holistis.

Tanggung jawab GSM bukan hanya untuk menyampaikan firman Tuhan semata, tapi juga harus mengenal dengan baik siapa anak-anaknya dan bagaimana peran mereka di kelas. Sama seperti leader, yang harus mengenal siapa “anak-anaknya” dan apa tugas dan tanggung jawab mereka masing-masing.

 

Sumber: Superbook

5. Memiliki kapasitas dan kompetensi yang baik.

Bagaimana caranya kita menjadi guru maupun leader jika tidak memiliki kapasitas dan kompetensi yang baik? Oleh karena itu, menjadi guru kan tidak ada hentinya belajar terus dan update informasi agar apa yang mereka ajarkan selalu kontekstual dan sesuai kebutuhan anak.

 Baca juga : TIPS ANTI GUGUP UNTUK ANAK, YUK DICOBA!

6. Tau tujuan organisasi/ kantor/ gereja dan nilai-nilainya.

Agar anak-anak bisa mengenal, meresapi, dan mengamalkan kasih Tuhan Yesus dalam hidupnya, tentunya mereka harus diajak untuk tahu tujuan serta nilai-nilai yang terkandung dalam Alkitab. Dengan satu pengertian dan dijalankan bersama, tentunya tujuan tersebut akan tercapai. Sama dengan menjadi leader. Untuk mencapai tujuan bersama, leader perlu mengarahkan agar bisa saling bekerjasama dalam team.

 

7. Melayani dengan kasih.

GSM bukanlah pelayanan yang populer, sehingga orang-orang yang menjadi GSM tidak mencari popularitas ataupun pengakuan. Mereka hanya memberikan yang terbaik dan tulus agar anak-anak bisa hidup sesuai dengan firman Tuhan. Hal ini juga yang bisa kita lakukan dalam pekerjaan, yaitu melayani dengan kasih sesuai perintah Tuhan untuk mengamalkannya.

Setelah membaca poin-poin diatas, apakah kamu sudah siap menjadi GSM atau leader di tempatmu bekerja? Terus semangat melayani ya.. Tuhan memberkati.

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK