ARTICLE

Tue - Jul 17, 2018 / 1562 / Parenting

Bahaya! Jangan Terapkan Helicopter Parenting Pada Anak Karena Ini Akibatnya

Memberikan hal yang terbaik untuk anak tentunya memang kewajiban untuk orang tua. Tapi ya kadarnya yang sesuai ya. Jangan sampai terlalu berlebihan sehingga menuntut dan mengatur anak sedemikian rupa. Apakah SuperParents termasuk orang tua yang selalu mengawasi anak selama 24 jam dalam hidupnya?

Kalau SuperParents termasuk orang tua seperti ini, hati-hati ya karena bisa berdampak buruk untuk kondisi emosional, perilaku, dan juga berpengaruh dengan masalah akademisnya. Sebutan untuk orang tua seperti ini adalah ‘helicopter parenting’. Artinya tipe orangtua yang sepenuhnya mengambil kendali atas hidup anak, seperti permainan apa yang baik dan yang gak baik buat anak, mengajar anak gimana memainkan sebuah permainan, atau bagaimana anak harus membersihkan diri setelah bermain.

Mereka terlalu ketat memperlakukan anak dan bahkan cenderung menuntut melakukan apa yang mereka mau untuk dilakukan oleh anak.Selain berdampak bagi emosi, perilaku dan tingkat akademis, helicopter parenting juga membuat anak kesulitan bersosialisasi di sekolah dan juga dengan lingkungannya.

Baca juga : DOAKANLAH 5 HAL INI AGAR ANAK KUAT DALAM MENGHADAPI KEHIDUPAN SEKOLAH YANG BARU

“Penelitian kami menunjukkan bahwa anak dengan tipe ‘helicopter parent’ kemungkinan kurang mampu menghadapi tantangan seiring dengan pertumbuhan mereka, khususnya mengikuti semua kegiatan yang kompleks di sekolah,” ucap Nicole B. Perry, salah satu penulis studi dari Universitas Minnesota.

Selain itu, Perry juga menyampaikan bahwa anak-anak yang tidak mampu mengatur emosi dan perilaku mereka secara efektif akan cenderung menarik diri di kelas, sulit untuk menjalin pertemanan dan sulit menjalani aktivitas di sekolah.

Sumber: ZME Science

Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Development Psychology ini didapatkan setelah melakukan riset kepada 422 orang anak-anak yang menjalani bimbingan 8 tahun dan rata-rata berusia 2, 5 dan 10 tahun. Orangtua yang terlalu mengontrol anak sejak usia dua tahun rupanya berdampak sangat buruk bagi emosi dan perilaku umum anak di usianya yang ke 5 tahun.

Sementara penelitian umum menemukan bahwa anak dengan kondisi emosi yang baik di usia 5 tahun sangat mempengaruhi kondisi emosinya. Bisa dibilang anak berusia 5 tahun yang bisa mengatur emosinya hampir tak akan pernah mengalami masalah dalam hal emosi. Anak juga akan jauh lebih baik dalam hal bersosialisasi dan lebih produktif di sekolah saat usianya beranjak usia 10 tahun.

Kondisi ini juga akan terus berlanjut saat anak beranjak usia 10 tahun. Ketika anak sudah mampu mengontrol emosinya dia akan jauh lebih terhindar dari masalah emosional dan sosial. Malah, anak-anak ini akan jauh lebih berprestasi di sekolah.

Baca juga : PASTI ADA SECERCAH CAHAYA DARI KEHIDUPAN YANG PALING KELAM SEKALIPUN, SEPERTI KISAH MICHAEL

“Penemuan kami menggarisbawahi pentingnya mendidik seringkali memfokuskan orangtua pada bagaimana mendukung anak untuk hidup mandiri dengan cara mengendalikan tantangan emosi mereka,” kata Perry.

Padahal orangtua seharusnya membebaskan anak untuk belajar bertumbuh dalam emosi dan perilaku mereka sendiri. Karena emosi dan perilaku adalah skill yang sangat fundamental untuk dipelajari oleh anak. Kontrol berlebihan dari orangtua hanya akan membuat anak justru tak mendapat kesempatan untuk belajar sendiri dari lingkungannya.

Nah, dari hasil penelitian ini SuperParents bisa cek ya apa selama ini kamu jadi ‘helicopter parenting’ atau gak. Kalau ya, waktunya untuk belajar memberikan kebebasan ke anak untuk melakukan apa yang mereka suka. Bukan berarti orangtua harus melepas anak sepenuhnya, tapi mendidik anak untuk bisa menjadi diri mereka sendiri tanpa harus selalu dikontrol dalam segala hal.

Sumber: jawaban.com

KLIK SHARE TO FACEBOOK UNTUK BAGIKAN ARTIKEL INI.

Superbook Admin

Official Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK