ARTICLE

Fri - Sep 20, 2019 / 528 / Sunday School

Bahasa Kasih Anak Sekolah Minggu ku (Part 1): Si Motivator Kecil Sekolah Minggu

Kak, pernah gak ketemu anak yang suka banget dipeluk, tapi gak terlalu suka diajak ngobrol, atau sebaliknya. Atau, pernah ketemu anak yang suka kasih hadiah, tapi dia gak terlalu mau bergaul dengan banyak orang. Kalo pernah, kakak pasti bertanya, kok bisa ya? Ya, itu adalah bahasa kasih kak.

Bahasa kasih adalah kecenderungan bagaimana cara kita untuk mengasihi dan ingin dikasihi orang lain. Ini dipopulerkan oleh Gary Chapman, dan dipakai banyak orang untuk membantu membangun hubungan yang lebih baik dengan sesama. Kakak juga bisa lakukan ini di sekolah Minggu kak. Ini akan membantu kakak untuk tahu bagaimana cara mengasihi masing-masing anak.

Baca juga: YUK, JAGA ANAK KITA DALAM 3 HAL BERIKUT INI!

Ada lima bahasa kasih, yaitu kata-kata membangun, waktu, sentuhan, pelayanan dan hadiah. Hari ini, kita akan bahas bahasa kasih kata-kata membangun. Yuk, kita bahas bersama ciri-cirinya.

  1. Senang memotivasi

Ciri pertama adalah ia senang banget memberi semangat secara lisan kepada orang lain. Kata-kata seperti “Ayo semangat!”, “Kamu pasti bisa!”, “Ayo, berjuang!” adalah kamus sehari-hari anak dengan bahasa kasih ini. Bagi mereka, mereka senang bisa menguatkan orang lain dengan kata-kata mereka yang penuh semangat dan kejujuran.

Sumber: Pactschools.co.uk
  1. Senang memberi nasihat

Anak-anak dengan bahasa kasih kata-kata sangat suka memberikan saran dan nasihat kepada orang atau sesuatu yang mereka kasihi, baik itu secara personal ataupun dalam grup. Tujuannya adalah untuk membantu mereka menjadi lebih baik. Jadi, kakak tidak perlu kaget kalau nanti ada anak sekolah Minggu kakak yang suka memberitahu temannya banyak hal. Itu tanda ia mengasihi orang lain.

  1. Sulit ditegur dengan kata-kata keras

Karena fokus anak ini adalah kata, jadi ia pun juga akan memperhatikan setiap perkataan yang diucapkan kepadanya loh. Jadi, hati-hati banget dalam berucap, apalagi menegur mereka. Karena, sekali salah mengeluarkan kata-kata, ia bisa menganggap itu sebagai penolakan loh.

Sumber: Envato.com

Jadi, gimana sih caranya melayani mereka?

  1. Salurkan kesenangan mereka

Pertama, kakak bisa salurkan di sekolah Minggu kakak. Mungkin, kakak bisa percayakan dia membagikan cerita hidupnya saat ibadah, atau saat komsel, atau membiarkan ia memberi nasihat kepada teman-temannya. Itu akan meningkatkan percaya diri dan perasaan dikasihi dalam dirinya kak. Tapi, tetap harus diawasi ya kak.

  1. Perhatikan cara menegur

Kelemahan anak dengan bahasa kasih kata-kata adalah kadang suka menggunakan kata yang tidak tepat, atau terlalu sering memberitahu anak lain, sehingga anak lain pun bosan. Tugas kakak adalah untuk memperhatikan itu. Kalau mereka lakukan beberapa hal tersebut, kaka coba ingatkan mereka empat mata. Jangan lupa, gunakan kata-kata yang tidak menyakiti, tapi membangun mereka.

Baca juga: 4 LAGU TERBARU REKOMENDASI TERBAIK BUAT SAAT TEDUH KAMU!

Wah, ternyata anak dengan bahasa kasih kata-kata sangat menarik ya. Kakak pun bisa belajar bagaimana cara mengenali dan menangani mereka di sekolah Minggu kakak nanti. Setiap Jumat, kita akan bahas tentang bahasa kasih loh kak. Jadi, sampai jumpa di Jumat depan.

 

Daniel Okta

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK