ARTICLE

Thu - Jul 31, 2025 / 1289 / Inspirational

7 Cara Bijak Dampingi Anak Menemukan Jati Diri di Era Media Sosial

Halo, SuperParents!

Di era sekarang, anak-anak kita bukan cuma bermain di taman atau halaman rumah mereka juga 'bermain' di dunia digital yang luas dan penuh pengaruh.

Media sosial bisa jadi tempat belajar dan berekspresi, tapi juga bisa mengaburkan jati diri anak jika tak didampingi dengan bijak. Artikel ini hadir untuk membantu SuperParents mendampingi anak menemukan siapa dirinya yang sejati, bukan berdasarkan algoritma, tapi berdasarkan kasih dan kebenaran.

1. Validasi Perasaan Anak Sebelum Media Sosial yang Lakukan

 

“Likes” bukan cermin harga diri. Anak perlu tahu bahwa dia berharga karena siapa dirinya, bukan seberapa viral postingannya.

2. Ajari Anak Bahwa Nilai Diri Bukan dari Jumlah Like

Dengarkan dulu cerita mereka sebelum mereka mencari “pengakuan” dari luar.

3. Dorong Anak untuk Berkarya, Bukan Sekadar Pamer

Fokuskan pada konten yang membangun dan mengekspresikan diri, bukan hanya ikut tren.

4. Jadikan Media Sosial sebagai Alat, Bukan Tujuan

Ajari anak bahwa medsos adalah alat untuk menyebar kebaikan, bukan tempat mencari jati diri.

BACA JUGA : Jangan Langsung Marah : 5 Fakta di Balik Sikap Anak yang Suka Mengejek Temannya

5. Bangun Identitas Anak Lewat Aktivitas Nyata

Dorong kegiatan offline yang memperkuat karakter: komunitas, pelayanan, hobi, olahraga.

6. Jadilah Role Model yang Bijak di Medsos

Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Perilaku orangtua di media sosial jadi cermin yang kuat.

7. Libatkan Tuhan dalam Proses Mereka Mengenal Diri

Bantu anak mengenal siapa mereka di mata Tuhan—unik, dikasihi, dan punya tujuan ilahi.

Jati diri anak bukan ditentukan algoritma, tapi oleh kasih Tuhan dan dukungan keluarga. Yuk, dampingi mereka dengan bijak agar tetap kuat berdiri di tengah arus dunia digital.

Miranda Rachel

Penulis Konten
Share :

Tags :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK