ARTICLE

Tue - Apr 24, 2018 / 1267 /

Anak Mendapat Tekanan yang Mempengaruhi Iman Mereka? Lakukan 5 Hal untuk Menyelamatkannya

Dunia saat ini menjadi semakin sekuler. Banyak anak muda, keluarga muda, beserta anak-anaknya mulai menjauh dari gereja. Apalagi untuk mendengarkan lagu rohani dan kotbah. Semakin banyak anak muda dan orang dewasa yang tidak suka dengan hal-hal rohani, berdoa, bahkan sudah lupa untuk bersaat teduh.

Sadarkah Anda bahwa inilah tantangan kita saat ini. Disaat ada beberapa kelompok orang yang justru terkena sindrom ‘overdosis agama’, kita yang mengenal Tuhan Yesus justru semakin takut menyatakan iman kepercayaan kita. Mungkin supaya mudah bergaul dengan ‘dunia’ atau memang masih tidak sepenuhnya percaya.

Banyak juga orang tua yang menyadari kondisi ini. Kebanyakan akhirnya menuntut gereja dan guru sekolah minggu untuk bisa memuridkan anaknya. Tapi sebenarnya apa yang sudah Anda lakukan sebagai orang tua sendiri? Apakah sebenarnya Anda tahu kondisi ini tapi tidak atau belum berbuat sesuatu? Inilah yang seharusnya Anda lakukan untuk menyelamatkan anak Anda dari dunia yang semakin sekuler :

 

1. Orang tua harus berkomitmen untuk terus memperdalam pemahaman anak tentang ke-Kristenan.

Sumber: The Evangelical Church

Dalam menghadapi dunia yang sekuler, anak-anak akan sering menghadapi tantangan untuk mempertahankan iman mereka. Seperti apa yang dialami oleh Merry. Sayangnya banyak orang tua Kristen yang tidak siap untuk mengajarkan anak-anaknya menghadapi tantangan ini.

Orang tua harus mulai memperlengkapi anak-anak jika mereka menghadapi pertanyaan, seperti: Apakah Tuhan itu ada? Kenapa Tuhan Yesus datang ke dunia dan mau menderita? Kenapa Tuhan yang katanya penuh kasih, bisa membuat orang masuk ke dalam neraka? Kenapa Tuhan membiarkan kemiskinan, sakit penyakit, penderitaan, dan hal lainnya dialami manusia walaupun katanya Ia mencintai kita? Apakah mukjizat itu ada? Mengapa ada beberapa tokoh Alkitab yang tidak sempurna dan jadi teladan? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

 

2. Orang tua mempunyai ‘ruang spiritual’di rumah.

Sumber: LDS.org

Tidak cukup hanya memperdalam pemahaman kita sendiri tentang keKristenan, kita harus membagikannya ke anak-anak kita. Jenis-jenis percakapan iman yang perlu kita lakukan bersama anak saat ini seperti pada list di nomor 1, tidak akan secara efektif terjadi kalau Anda tidak mempunyai ‘ruang spiritual’ untuk mereka.

Dengan ruang spiritual ini, Anda bisa berdedikasi bersama keluarga untuk tumbuh bersama dalam iman dan hubungan dengan Tuhan. Tidak ada alasan ‘kesibukan’ yang mengganggu komitmen ini, karena Anda bersama keluarga sudah menyepakati waktu bersama, misalnya mulai dari ½ jam per minggu.

 

3. Orang tua harus belajar Alkitab bersama dengan anak-anak.

Sumber: parenting.firstcry.com

Faktanya, hanya 1 dari 10 keluarga Kristen yang belajar Alkitab bersama dalam satu minggu. Jika Anda sendiri tidak mampu untuk menjelaskan apa maksud Firman Tuhan kepada anak, bagaimana mereka bisa percaya hal itu benar dan terjadi. Bukan hanya dongeng sejarah semata. Penting bagi kita memahami dengan tepat apa maksud Tuhan yang tertulis di Alkitab supaya anak juga bisa belajar menaruh iman dan pengharapan kepada-Nya.

 

4. Orang tua secara proaktif dan reguler bertanya kepada anak tentang iman mereka.

Sumber: KSL360

Pada dunia sekuler, dimana anak terpapar dengan berbagai informasi dari banyak media apalagi media online. Banyak anak-anak yang takut bertanya kepada orang tuanya tentang pemahaman keimanan mereka kepada orang tua. Mungkin anak-anak takut reaksi kita justru tidak menjawab dan menghakimi mereka dengan nasihat ataupun kata-kata intimidatif.

Padahal yang Anda perlukan hanya menjawabnya. Kalau anak tidak pernah menanyakannya tidak ada salahnya justru Anda yang bertanya kepada mereka.

 

5. Orangtua harus bertanya kepada anak-anak mereka pertanyaan sulit yang tidak pernah anak tanyakan.

Sumber: womensforum.com

Jika Anda secara teratur mendorong anak-anak Anda untuk mengajukan pertanyaan tentang iman (lihat poin 4), Anda akan memiliki percakapan yang bagus. Tetapi banyak pertanyaan penting untuk dipahami anak sebagai persiapan di dunia yang mungkin tidak pernah terlintas dalam pikiran mereka ditanyakan.

Sebagai contoh, kebanyakan anak tidak berpikir untuk bertanya bagaimana kita tahu Alkitab yang kita miliki hari ini mengatakan apa yang sebenarnya terjadi dan sesuai kehendak Tuhan saat itu. Suatu saat, mereka pasti akan mendengar topik ini dari orang-orang disekitarnya. Jadi tidak ada alasan kita tidak terlebih dulu menjelaskan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan sulit tersebut kepada mereka. (CC)

Baca juga:

JANGAN BINGUNG MENENTUKAN METODE PENGAJARAN DI SEKOLAH MINGGU! JAWAB DULU PERTANYAAN INI

ALASAN UTAMA KENAPA ANAK HARUS BELAJAR ALKITAB SEDARI DINI!

9 AYAT ALKITAB YANG BERBICARA TENTANG TANGGUNG JAWAB ORANG TUA (PART 1)

KLIK SHARE TO FACEBOOK UNTUK KAMU BAGIKAN ARTIKEL INI.

Superbook Admin

Official Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK