ARTICLE

Mon - Jan 11, 2021 / 1158 / Inspirational

8 Dosa ‘Online’ yang Secara Tidak Sadar Kita Pernah Melakukannya

Tahun 2020, semua orang seakan dipaksa untuk mulai terbiasa dengan teknologi. Apalagi memasuki tahun-tahun berikutnya. Terjadi lompatan luar biasa dalam dunia online. Bekerja, sekolah, bahkan ibadah, kita memerlukan internet. Melalui internetpun, kadang kita menjadi ‘berpura-pura’ akan apa yang sebenarnya terjadi supaya kita bisa diterima dunia.

Sebagai orang Kristen, kadang kita gagal untuk melaksanakan tugas kita sesungguhnya. Menjadi garam dan terang, serta saksi Kristus. Justru karena kondisi ini, tidak sedikit dari kita menjadi pasif dan mengikuti alur dunia. Akhirnya secara tidak sadar, kita pun jatuh ke dalam dosa online. Waduh jenis dosa apalagi ini? Nah berikut ini dosa ‘online’ yang sering kita lakukan tanpa sadar:

Baca juga : CARA MENYEHATKAN MENTAL YANG EFEKTIF DI TAHUN 2021!

  1. Kesenangan

Betapa senangnya kalau kita mendapatkan like atau love yang banyak di media sosial. Apalagi kalau sampai konten yang kita upload di share dan menjadi viral. Oleh karena itu, tidak jarang akhirnya orang bersedia untuk ‘berbohong’ secara online tentang kondisi kenyataannya. Baru-baru ini ada seorang content creator yang demi popularitasnya memberikan ulasan palsu pada sebuah restoran yang mengakibatkan restoran itu tutup secara permanen. Wah, bukannya jadi berkat malah merugikan ya. Jadi selalu ingat Galatia 5:17 ya.

 

  1. Materialisme

Internet memberi kemudahan bagi kita untuk mendapatkan semuanya. Contohnya adalah berbelanja online. Barang apa sih yang tidak bisa kita dapatkan secara online? Kalau kita tidak bisa mengontrol kedagingan ini, akhirnya kita bisa terjatuh dalam hedonism atau materialisme. Apalagi dengan kehadiran paylater dimana orang bisa berhutang tanpa perlu punya kartu kredit. Ingat lho sama ayat 1 Yohanes 2: 15, tidak ada yang abadi di dunia ini.

 

  1. Kebanggaan dan Kesombongan

Siapa yang tidak bangga kalau punya subscriber atau follower banyak? Wah pastinya dianggap sudah terkenal dan kadang ada yang bertingkah melebihi seorang artis. Ya namanya juga influencer, selebgram. Hehehe… Coba buka dulu Alkitab dan lihat Yeremia 9:23-24. Jangan bangga tuh sama hal dunia. Kita seharusnya bermegah dan bersukacita karena hubungan pribadi kita dengan Tuhan.

 

  1. Fitnah

Media sosial adalah tempat yang tepat untuk beredarnya berita tidak benar dan kesempatan bagi orang untuk saling menghasut. Nah jangan sampai lah kita jadi ikut-ikutan memfitnah orang atau justru percaya sama gosip yang beredar dan malah share. (Efesus 4:29)

 Baca juga : 5 TOPIK DOA YANG MENGUATKAN KITA DI TAHUN BARU

  1. Bertengkar

Gara-gara beda pendapat di media sosial, hubungan kita dengan orang lain jadi rusak. Memang yang namanya bertemu langsung dan melalui dunia maya, pertemanan itu terasa berbeda. Tapi jangan sampai kata-kata kita jadi salah dan menimbulkan perselisihan ya. (Amsal 20: 3)

 

  1. Ketidakpuasan dan Iri Hati

Melihat media sosial orang lain terkadang membuat kita jadi nggak bersyukur. Ih kok dia sudah kawin aja, wah enak banget bisa keluar negeri, gile akhirnya dia sukses juga kalah deh. Kadang kita jadi melihat kehidupan orang lain itu lebih baik dari kita dan akhirnya kita tidak bersyukur (Filipi 4:11). Setelah kita tidak bisa bersyukur, dosa yang mengintai selanjutnya adalah iri hati. Ingin rasanya seperti mereka yang sukses dan punya segalanya (Yakobus 3:16)

 

  1. Kemunafikan

Demi terlihat baik di depan banyak orang, kita jadi bersedia hidup dalam dua dunia. Dunia nyata dan maya. Di maya/ online, hidup kita bagaikan orang sukses yang memiliki segalanya. Padahal kenyataannya sih biasa saja. Bahkan terlilit hutang, waduh. (Matius 23: 25)

 

  1. Benci

Setelah nggak puas melihat orang lain atau bertengkar karena percakapan media sosial, akhirnya berujung membenci orang tersebut. (Matius 5: 43-44)

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK