ARTICLE

Tue - Feb 02, 2021 / 471 / Inspirational

7 Hal Penting Mengelola Uang Berdasarkan Prinsip Alkitabiah

Hal yang paling penting dalam mengelola hidup secara pribadi dan rumah tangga, salah satunya tentang pengelolaan uang. Dengan gaya hidup yang sekarang sedang hits di kalangan generasi milenial dan Z, mereka bisa saja selalu ‘kebobolan’ dalam mengelola uang. Ada kafe baru, pasti coba. Pengen nonton film, langganan Netflix. Ada spot foto bagus tapi masuknya mahal, dipaksa kesana demi konten media sosial. Dan masih banyak kebiasaan lainnya.

Apalagi saat media sosial semakin berkembang pesat. Instagram bak sarana orang untuk saling pamer apa yang mereka miliki. Katanya supaya bisa jadi influencer, tapi mereka lupa berapa biaya hidup yang dikeluarkan hanya demi mendapatkan pengakuan dari orang lain.

Baca juga : 8 AYAT ALKITAB YANG MENGUATKAN KITA SAAT SEDIH

Nah penting bagi para milenial dan generasi Z untuk mengetahui apa yang firman Tuhan katakan tentang pengelolaan uang ini.

  1. Perspektif Alkitabiah

Jangan membeli barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan, hanya karena ingin mengesankan orang lain yang tidak kita kenal. Kita bisa saja punya gadget terkini tapi nggak punya hati memberi. Lebih baik bisa hidup sederhana dan menjadi kaya dalam kebajikan, agar orang lain pun melakukan hal yang sama. (1 Timotius 6: 17-19)

Coba, saat kita berusaha menyenangkan orang lain (red.netizen) itu tidak akan ada habisnya. Pasti ada saja kekurangan dan komentar miring. Lebih baik belajar untuk berbagi dan memberi daripada show off kan.

 

  1. Melek Finansial

Belajarlah untuk mengelola uang, mulai dari pengeluaran bulanan, perpuluhan (persembahan), memberi kepada yang membutuhkan, tabungan, investasi, dll. Daripada kita menghabiskan semua uang yang kita terima setiap bulannya. Mulailah bertanya pada diri sendiri, kita masuk level yang mana :

  • Di atas kemampuan – menghabiskan lebih dari apa yang kita miliki (sampai berhutang)
  • Dengan kemampuan - menghabiskan semua uang yang diperoleh
  • Sesuai kemampuan – Membelanjakan dengan sisa sedikit uang
  • Di bawah kemampuan – memilih untuk tidak berbelanja walaupun sebenarnya bisa.

Jika kita bisa hidup di bawah penghasilan, kita bisa mengurangi stress karena tidak selalu  berpikir kekurangan uang terus. Merencanakan keuangan itu adalah wujud tanggung jawab terhadap keluarga, sehingga kalau ada kebutuhan mendesak tidak perlu bergantung pada orang lain.

 

  1. Bertanggung jawab

Matius 25: 14-30 (Perumpamaan tentang talenta) mengajarkan kepada kita untuk bertanggung jawab atas berkat yang Tuhan telah berikan. Talenta tidak hanya menggambarkan uang, tapi juga waktu, sumber daya, dan kemampuan. Tuhan mau kita menggunakannya sebijaksana mungkin.

Salah satu contohnya adalah ketika seorang ayah sebagai tulang punggung keluarga meninggal. Ternyata sebeum meninggal, ia telah mengasuransikan dirinya sehingga anak dan keluarganya tidak ditinggalkan dalam keadaan tidak memiliki apa-apa. Mereka setidaknya tetap bisa hidup menggunakan asuransi jiwa ayahnya, memakainya dengan bijak, dan mengembangkannya.

 

  1. Sepakat dengan pasangan bagaimana cara mengelola uang

Jika sudah menikah, perlu dibincangkan bersama pasangan bagaimana pengelolaan uang dalam rumah tangga dan keduanya harus sepakat. Penting bagi masing-masing pasangan mengetahui setiap pengeluaran dan kebutuhan keluarga.

 Baca juga : 5 AJARAN UNTUK BEKAL ANAK MENJAGA IMAN DI TENGAH PERGAULAN NON-KRISTEN

  1. Kesetiaan finansial

Apalagi ini? Maksudnya adalah keterbukaan secara finansial dalam keluarga. Tanyakan ke pasangan mau punya rekening bersama atau tidak? Selalu melaporkan segala penghasilan dan pengeluaran. Jika ada hal yang ingin dibeli diluar kebutuhan utama, harus saling ditanyakan.

 

  1. Ajarkan anak tentang mengelola uang

Anak bisa diajarkan saat mereka mulai bisa menghitung kok. Misalnya, saat berbelanja Superparents bisa memberikan sejumlah uang kepada anak. Anak bisa memakai uang itu secara bijaksana, membeli barang yang ia butuhkan. Jika Superparents melihat anak memakai uang untuk hal diluar kebutuhan, bisa tanyakan apakah anak yakin dan tawarkan untuk di tabung. Ajarkan anak juga menabung, baik lewat celengan ataupun bank. Mimin sendiri sudah punya tabungan di bank sejak usia 6 tahun (akun dibawah orang tua).

 

  1. Mengerti hati Tuhan

Kita sebagai Kristiani diajarkan untuk memberikan persembahan kepada Tuhan. Ini bukan suatu kewajiban yang sifatnya memaksa, namun perlu dimengerti bahwa ini adalah bentuk ungkapan syukur atas rejeki yang telah Tuhan berikan. Dan jangan lupa untuk berbagi dengan orang lain.

Artikel Lainnya : 

PENTINGNYA PENGENALAN DAN BAGAIMANA MENGHADAPI BENCANA UNTUK ANAK!

3 TOKOH ALKITAB YANG MENGAJARKAN TENTANG KONSEKUENSI SAAT MENGAMBIL KEPUTUSAN YANG SALAH

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK