ARTICLE

Wed - Sep 16, 2020 / 314 / Parenting

5 Karakter Generasi Z dan Alpha yang Perlu Kita Ketahui

Generasi anak saat ini masuk dalam golongan generasi Z dan Alpha. Sedari kecil mereka sudah memiliki pemikiran yang lebih terbuka dari generasi-generasi sebelumnya karena informasi bisa mereka dapatkan dengan lebih mudah berkat adanya internet. Tapi sayangnya inilah yang harus kita waspadai sebagai orang tua.

Menurut Pdt. Dr. Julianto Simanjuntak, MDiv, MSi , seorang penulis dan pakar keluarga yang kini bergerak dalam Lembaga Konseling Keluarga Kreatif (LK3) dalam seminarnya bersama Superbook, beliau mengklasifikasikan karakter dua generasi ini. Ayo Superparents milenial, kita coba mengenal anak-anak kita yang super unik ini :

Baca juga : CARA EFEKTIF MENGAJARKAN ANAK AGAR MAU BERBAGI DENGAN TEMAN DAN SAUDARANYA

  1. Mereka adalah digital natives

Walaupun sebagian besar orang tua generasi Z dan alpha sudah mengenal gadget maupun internet juga, tapi kita tidak dibesarkan dengan telnologi ini. Sehingga masih banyak yang kaget dan tidak siap ketika anaknya lebih jago memakai internet atau gadget dibanding orang tuanya.

Kita perlu berhati-hati dengan mengawasi apa saja konten yang anak cari dan nikmati dengan gadget-nya. Ada beberapa tools atau alat di internet yang memberikan kemampuan sortir bagi para orang tua agar bisa menjaga anaknya.

 

  1. Anak-anak berbudaya global dan selalu terhubung dengan internet

Pandemi ini membuat hampir seluruh anak di Indonesia mau tidak mau kenal dengan internet. Mereka mulai belajar secara online dan mengeksplornya. Selain itu, anak-anak ini akan terhubung dari Sabang sampai Merauke bahkan sampai keluar negeri, sehingga budaya mereka akan terlihat agak mirip. Misalnya mulai dari pemilihan makanan, berpakaian, gaya rambut, dll apalagi kalau ada sesuatu yang viral.

 

  1. Anak semakin sekuler

Akibat dunia mereka yang semakin luas, mereka semakin sekuler karena pengaruh humanis dan relativisme yang terdapat di internet. Akhirnya mereka kurang kuat secara agama. Jangan heran kalau mereka mempertanyakan tentang agamanya dan gereja secara kristis. Oleh karena itu, orang tua memiliki tugas yang cukup berat untuk membangun pondasi iman anak sedari mereka dalam kandungan. Agar saat dewasa mereka bisa terus mempertahankan iman kepercayaannya.

 Baca juga : 5 KELUHAN ANAK TENTANG ORANG TUA DAN GEREJA YANG PERLU KITA KETAHUI!

  1. Dibesarkan dalam keluarga yang rusak

Angka perceraian saat pandemi ini bertambah. Rata-rata karena permasalahan ekonomi. Orang tua menjadi single, atau ada rumah tangga yang salah satu anggotanya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Inilah yang akan mempengaruhi perkembangan anak generasi Z dan alpha.

 

  1. Mengalami krisis kesehatan mental

Dari kecil anak-anak sudah akrab dengan kecemasan, kekuatiran, stress, depresi, dan berbagai adiksi (kecanduan). Entah kecanduan game, internet atau lainnya.  Jadi orang tua perlu kedekatan dengan anaknya, agar krisis kesehatan mental ini dapat teratasi sedari dini dan anak-anak mau terbuka terhadap masalah yang dihadapinya.

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK