ARTICLE

Tue - Sep 15, 2020 / 492 / Parenting

Cara Efektif Mengajarkan Anak Agar Mau Berbagi dengan Teman dan Saudaranya

Sharing is caring. Itulah slogan yang sering saya dengar untuk menggambarkan sekaligus mengajak orang-orang agar mau berbagi sebagai bentuk kepedulian. Nah apa jadinya kalau anak masih belum bisa berbagi dan meminjamkan barangnya kepada temannya? Wah pastinya terjadi keributan bahkan perkelahian ya. Apalagi di rumah kakak dan adik tidak bisa saling meminjamkan mainannya.

Jadi begini Superparents, pada dasarnya anak balita itu memang sulit berbagi mainan karena mereka memiliki sifat keakuan yang sangat tinggi. Mereka bisa bermain ‘bersama’ tapi dengan mainannya sendiri-sendiri. Kalaupun kita berhasil membuatnya berbagi, itu karena mereka merasa ‘wajib’ melakukan perintah kita bukan karena ingin berbagi dari dalam dirinya.

Baca juga : 5 KELUHAN ANAK TENTANG ORANG TUA DAN GEREJA YANG PERLU KITA KETAHUI!

Tentunya kita sebagai orang tua mau donk anaknya bisa berbagi. Karena anak akan mengenal nilai-nilai kebaikan, kebersamaan, solidaritas, dan kedermawanan. Lalu bagaimana caranya? Simak yuk kata dr. Laura Markham, psikolog klinis dan penulis Peacefull Parent, Happy Kids Workbook.

  1. Jangan memaksa anak

Walaupun tujuannya baik, tapi kalau kita mengajarkan anak dengan memaksanya justru malah memperburuk keadaan lho. Anak akan tantrum, kehilangan otoritas, dan tidak mampu mempertahankan dirinya sendiri.

 

  1. Tekankan prinsip ‘Giliran’

Contohnya berikan aturan misalnya giliran anak bermain dengan bonekanya selama 10 menit, setelah itu boneka harus diberikan kepada Superparents. Begitu juga sebaliknya.

 Baca juga : SURAT PENTING UNTUK PARA ORANG TUA YANG MEMBUAT HATI ‘MAK JLEB’

  1. Ajarkan anak membela dirinya sendiri

Ajarkan anak mengucapkan kalimat yang tepat saat temannya meminta mainannya. Superparents juga perlu mengajarkan kepada mereka cara meminta giliran dan cara menunggu. Inilah proses anak dalam belajar.

 

  1. Mendorong anak membuat aturan

Ajarkan kepada anak untuk membuat aturan dalam bergiliran. Misalnya dengan kalimat,”Kalau kamu sudah selesai mainnya, gentian aku ya yang boleh pinjam.”

Saat anak tidak dipaksa untuk berbagi, maka kemampuan mereka dalam bersabar, empati, keterampilan sosial anak akan terlatih. Saat dewasa, mereka akan mampu mengatasi situasi yang lebih kompleks secara emosional.

Nah Superbook juga ingin mengajak anak-anak untuk bisa berbagi dengan teman-temannya di seluruh Indonesia agar mereka juga mengenal Tuhan dan mencintai firman Tuhan lewat sekolah minggu. Oleh karena itu, Superbook mengajak adik-adik menjadi pahlawan mereka dengan berpartisipasi lewat program pemuridan ini. Yuk segera bergabung!

DAFTAR

Contasia Christie

Content Writer
Share :

SUPERBOOK EDISI SEKOLAH MINGGU

Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.

Klik untuk bergabung

SUBSCRIBE

Dapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK

Copyright © 2018. SUPERBOOK