Atau cemas gagal, bahkan mundur dari iman karena tekanan? Petrus, salah satu murid Yesus, juga pernah mengalaminya. Namun, kisah hidupnya menunjukkan bagaimana Injil sanggup mengubah seorang yang goyah menjadi saksi yang berani. Dari perjalanan Petrus, kita bisa belajar tiga kebenaran penting tentang kuasa Injil.
Petrus pernah dengan lantang berkata bahwa ia akan setia kepada Yesus sampai akhir. Namun, di saat kritis, ia menyangkal Yesus tiga kali karena takut ditangkap (Matius 26:69–75).
Bayangkan rasa bersalah yang ia tanggung setelahnya! Tetapi kabar baiknya, Yesus tidak membuang Petrus. Setelah kebangkitan, Yesus datang menemuinya, memulihkan hatinya, dan meneguhkan kembali panggilannya (Yohanes 21:15–17).
Inilah kuasa Injil: selalu memberi kesempatan baru, bahkan ketika kita jatuh dalam kegagalan.
BACA JUGA : 3 Pelajaran Tentang Kesederhanaan dari Elia yang Bisa Kita Hidupi
Sebelum kebangkitan, Petrus dikenal mudah goyah. Ia takut, bahkan lari meninggalkan Yesus. Namun setelah menerima Roh Kudus, Petrus berubah total. Ia berdiri di hadapan ribuan orang di Yerusalem dan memberitakan Injil dengan penuh keyakinan (Kisah Para Rasul 2:14).
Dari seorang penakut, Petrus menjadi saksi yang berani. Kuasa Injil yang sama juga bisa memberi kita kekuatan untuk melangkah, menghadapi ketakutan, dan berdiri teguh dalam iman.
Petrus bukan hanya dipulihkan, tetapi juga dipakai Tuhan untuk menjadi pilar gereja mula-mula. Melalui pemberitaannya, ribuan orang datang kepada Kristus. Hidupnya yang dulu dipenuhi keraguan berubah menjadi kehidupan yang berdampak besar bagi generasi setelahnya. Injil bukan hanya kabar baik untuk disimpan, melainkan kuasa yang mengubah hidup kita agar menjadi berkat bagi orang lain.
Kisah Petrus membuktikan bahwa Injil bukan sekadar cerita lama, melainkan kuasa yang hidup hingga hari ini. Jika Injil mampu mengubahkan seorang penyangkal menjadi pemberita kebenaran yang berani, maka Injil juga sanggup mengubah hidup kita. Apa pun masa lalu kita, Injil selalu membuka jalan untuk masa depan yang penuh harapan.
Superbook Edisi Sekolah Minggu merupakan kurikulum berbasis visual media persembahan bagi anak-anak di gereja di seluruh Indonesia. Kurikulum ini terdiri dari 45 minggu bahan pelajaran sekolah minggu setiap tahunnya, Permainan interaktif dan topik-topik diskusi yang mengaktifkan anak-anak, dan Catatan Gizmo yang menghubungkan orang tua dengan apa yang dipelajari anak.
Klik untuk bergabungDapatkan berbagai info dan penawaran menarik dari SUPERBOOK